Setelah gagal mendapatkan akses foto di Beatfest, saya berkesempatan memotret The Whitest Boy Alive di Aksara Kemang, hari MInggu sorenya. Gigs ini memang semi rahasia, saya pun baru tahu beberapa jam sebelum acara. Menurut bocoran rekan saya WBA juga akan bermain spesial untuk acara Superbad Skandal pada malam harinya nanti, namun karena kesehatan yang kurang baik maka saya urungkan niat saya untuk mencetak hattrick menonton konser WBA tahun ini.
Foto-foto yang diambil juga tak banyak, mungkin karena saya ikut terpengaruh oleh mood Erlend Oye yang bete karena banyak penonton yang mengobrol saat mereka memainkan musik dan bernyanyi, dan sedikit terganggu juga oleh banyaknya penonton yg memotret (including me, maybe..). Secara umum saya cukup menikmati lagu-lagu yang dibawakan saat itu, selain lagu baru yang berjudul Upside Down semuanya berbeda dari set list di Beatfest.
Karena suasana yang kurang nyaman tadi WBA hanya membawakan 5 buah lagi dari entah berapa yg direncakan.. Kalau gak bete mungkin bisa nambah 5 lagi.. hehe. Seusai pertunjukan saya menghampiri Marcin Oz, bassist WBA untuk berbasa basi, berkenalan kembali kalau saya pernah berjumpa dengannya di Jaya Pub dan Bandung pada tahun 2009 lalu. Sedikit mendengarkan cerita Sebastian Maschat, dan menanggapi gerutuan Daniel yang menyayangkan "bad mood"-nya Erlend. Erlend sendiri menghilang entah kemana seusai gigs. Namun saya sempat berbincang-bincang dengan Ibunya Erlend, Kjersti Oye, yang turut serta ke Jakarta, beliau sangat ramah untuk ukuran orang bule. Teman saya ada yang menghadiahi Ibu Kjersti ini kaos Indonesia sebagai kenang-kenangan. Saya sempat kepikiran apa mungkin ya posisinya seperti bunda Ifet kalau di Slank.. :D
Melihat kecintaan WBA pada Asia khususnya Jakarta, saya pikir dalam setahun atau dua tahun ke depan mereka akan kembali lagi kesini, mungkin setelah menyelesaikan album ketiga. Who knows..
Enjoy the pics.
Note:
Pencahayaan di venue sebenarnya tidak merata, sangat terang di bagian Erlend sementara pada posisi Daniel (keyboard) begitu gelap. Thanks to filter ND di lightroom sehingga saya bisa sedikit meratakan cahayanya. Foto2 yang saya ambil cenderung ber-noise, karena itu saat post processing saya keluarkan saja sekalian. Masalah selera saja mungkin.
Allex memotret dengan D90 + lensa Tamron 17-50 f/2.8 VC. Semua olah digital menggunakan Adobe Lightroom 3.
great shots, pal. ;)
ReplyDeletebgus nih yg ini, erlend kelihatan makin kurus :p
ReplyDeleteWah untunglah om Allex bisa hadir ya, pdhal shownya rahasia :)
ReplyDeleteBagus foto2nya...
Iya, kliatan penerangan nya di dlm ruangan tdk merata.. Tp keren loh ga OE di Erlend nya dan bagian lain tampak cukup cahaya. Emang master nih om Allex :)
asyik maaas... kesempatannya selalu emas!
ReplyDeleteNya...teu ngimpo...
ReplyDeletethank you libert.. :D.. mas erlend pundung nih pas di aksara.. hihihi
ReplyDeletemakasih.. lagi bingung cari jodo kali.. sampe ajak emaknya tur.. :p
ReplyDeletethank you tante Elita. :D.. haha, masih jauh dari master ini.. :D..
ReplyDeletethanks sudah mampir Oum Ivan.. iya.. syukurlah masih dapet infonya.. :D
ReplyDeletedadak mendadak ming.. hampura.. karak dibejaan setengah jam saacan acara.. heuheu..
ReplyDeletehukshukshuks
ReplyDeletehokhokhok..
ReplyDelete