Saturday, November 15, 2008

Shooting The Moon




Hari Kamis kemarin sepanjang perjalanan dari kantor ke kost-an saya merhatiin bulan purnama yang bersinar dengan anggun malam itu. Sampai di kost-an saya cepet2 ambil kamera terus pasang lens 55-200vr yang lumayan buat tele. Lalu saya ke tempat jemur baju di kost-an. Karena gak ada tripod saya coba sandarin kamera ke jemuran. Not too bad anyway, tapi karena jemurannya udah reyot jadinya harus kerja ekstra keras buat menjaga stabilitas kamera.. Ya lebih baik lah daripada gak ada tumpuan sama sekali.

Karena belum pernah pengalaman motret dewi malam ini saya coba eksperimen setting Manual dengan beberapa kali konfigurasi aperture dan shutter speed. Hasil yang paling lumayan selama eksperimen ada disekitaran sini. Semua di ISO200.

foto 1:
f/14
1/80s

foto 2:
f/14
1/125s
*sepertinya agak under

foto 3:
f/20
1/60s
*warnanya seperti efek sepia.

sayang kegiatan ini harus berakhir sebelum pukul 12 malam. Bahaya, nanti takut jadi werewolf.. :p. Rencananya mau moto lagi hari jumat kemarin dan sabtu ini, mumpung bulannya masih bulet. Tapi hujan dan awan menghalangi penampakan sang rembulan selama dua malam terakhir. Harus bersabar menunggu bulan depan. Mudah2an nanti gak ketutup awan.

Thursday, November 13, 2008

ALKATraz to Solo-Yogya 2




Disini saya upload beberapa foto sewaktu jalan bareng temen2 di Solo tea. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah pasar klewer. Sebelumnya kami melewati monumen pers nasional dan patung orang bawa pestol itu.. saya lupa lagi itu patung siapa. Dari pasar klewer kami meneruskan perjalanan ke museum kraton solo. Areal kratonnya lebih tertutup daripada kraton yogya. kami hanya diperbolehkan berjalan2 di museum dan di pekarangan dalam kraton saja. Sangat disayangkan kondisi museum yang sudah tidak terawat. Beberapa lukisan sudah aus dimakan rayap. benda2 bersejarah yang berdebu dan patung2 yang mulai lapuk dimakan rayap.

Di Yogya, salah satu lokasi yang menarik pada malam hari di sekitaran malioboro adalah benteng vredeburg. Benteng yang menjadi sejarah perjalanan kesultanan yogyakarta sejak jaman Sri Sultan HB I hingga keturunan kesepuluhnya. Pada siang hari mungkin saya tidak akan bisa mendapatkan halaman depan benteng dalam keadaan kosong karena museum didalamnya dibuka untuk umum dan sudah pasti banyak orang berlalu lalang disana.

-seperti biasa buat para suhu, ditunggu kripik pedesnya.. :D-

Monday, November 10, 2008

ALKATraz to Solo-Yogya




Cukup lama juga saya absen posting di multiply.. penyebab utamanya sih gara2 web tetangga aka fesbuk yang lumayan bikin penasaran.. selama 2-3 minggu terakhir ini sibuk mencari temen2 (yang sebagian besar itu2 juga) disana dan lagi keranjingan maen gangster, salah satu game aplikasi si fesbuk itu..

Let's get into the main topic.. yap, kali ini kita berjalan2 ke Solo dan Yogya. Tripnya singkat saja, pergi Jumat malam tanggal 7 Nov dan pulang Minggu pagi tanggal 9. Waktunya memang cukup singkat karena kalo mau lama susah ngatur jadwal cutinya. persiapan buat jalan2 ini juga bisa dibilang singkat. Niat sih udah dari dulu-dulu.. tapi pergerakan untuk merealisasikannya baru aktif sekitar seminggu yang lalu.

Pesertanya ada lima orang.. Si saya, Arya, Wendi, Ikok dan Echo. Nama kegiatan ini adalah ALKAtraz.. Suatu kesepakatan tidak tertulis di ikatan alumni kami menyatakan bahwa setiap kegiatan yang melibatkan sekurang-kurangnya dua anggota ALKA otomatis menjadi bagian dari kegiatan ALKA. Berhubung ini kegiatan travel jadi kita beri nama ALKAtraz atau ALKA travellingz. Z-nya sedikit maksa sih, tapi gapapa lah biar ker keren, daripada ALKAtrans yang sudah diklaim lebih dulu sama alumni yang mau bikin usaha travel.

Disana objek2 wisata yang dikunjungi gak banyak. Selain karena waktu yang singkat hujan juga menghambat pergerakan kami. Sehari itu cuma dapet kraton Solo dan pasar klewer, trus di Yogya juga cuma bisa di seputaran malioboro n alun2 aja. Tadinya mau ngejar Prambanan, tapi dijalan ujan gede dan waktu nyampe kesana udah keburu tutup. Mudah2an trip selanjutnya bisa mengunjungi lebih banyak objek wisata lagi.

Sesi pertama foto kali ini adalaha pose2 teman2 seperjalanan, baik yang candid maupun candid jadi2an..

Thursday, October 23, 2008

Ida




Ok.. sekarang giliran saya yang setoran foto2 Ida hasil gathering bersama suhu-suhu idnikon d40 di Omah Sendok hari Minggu yang lalu. Ini pertama kalinya saya menggunakan model wanita yang memang diniatkan sebagai model. Humm gimana ya redaksi kalimatnya.. ya pokoknya begitu lah.. Pertama kali moto model.. Cukup banyak pelajaran dan pengalaman yang saya dapat dari gathering kemarin karena ada sesi sharing tentang foto dan olah digital. Tararengkyu juga buat Binbin aka Ibu EO yang sudah sukses menyelenggarakan acara ini, makanannya enak..

Nambah temen baru sebanyak duapuluh orang dalam satu waktu juga lumayan bikin saya kaget.. Jadi mohon maaf buat Mas dan Mbak yang belum sempet kenalan atau lupa lagi namanya. Kalo papasan dijalan ato liat muka saya di papan reklame gak usah ragu2 buat panggil saya..

Terakhir.. kesan saya motret model ternyata sulit sekali.. mengatur posisi supaya arah cahayanya bagus, mengarahkan gaya supaya tampak tidak kaku, menjaga sang model tetap merasa nyaman sehingga ekspresinya gak tampak bete. Ditambah lagi saya masih grogi kalo mata sang model liat ke lensa saya. Geer-geer gimana gitu.. .:p..

Tidak banyak olah digital yang saya lakukan pada foto karena saya malas. Sebagian besar olah digital pada foto2 ini adalah pengaturan shadow/highlight. Beberapa foto yang di-crop dan satu foto yang saya coba beri bingkai. Bikin bingkai pake acdsee ternyata lebih gampang daripada pake sotosop..

Terakhir, saya membaca sebuah quote sewaktu saya buka2 e-book tentang foto. Temanya tentang memotret model. Terjemahan kasarnya kira2 begini, "Kalau sekiranya fotonya bagus, maka berterimakasihlah pada modelnya yang membuat foto itu menjadi indah, tapi kalau hasilya jelek, jangan salahkan modelnya. Itu kesalahan si tukang foto.."
Setuju atau tidak, up to you..

PS: Bonus satu foto bunga dan satu foto daun. Itu bukan Ida.




Tuesday, October 21, 2008

Jerry's Wedding Day [18/10/2008]




Dapet dari kameranya Eko.. dah ditambahin nih..

Buat Jerry dan Adel selamat menempuh hidup baru..

Seperti biasa.. narsis lebih utama daripada mempelai.. jadi harap maklum kalo poto pengantennya cuman dua.. itupun kecil.. hehehe..

Wednesday, October 15, 2008

Jakarta - Bandung on Rail




Sebenernya kurang panjang sih keretanya, cuman 5 gerbong, jadi aja gagal dapet foto lokomotif pas keretanya lagi di tikungan. Maklum, naek argogede. Mudah2an dapet lagi kesempatan seperti ini dengan rangkaian gerbong yang lebih panjang.

Sabtu yang lalu (11/10/2008) saya pulang ke Bandung setelah mendapat panggilan mendadak dari ibunda tercinta. Karena sulit mendapatkan travel (sebenernya udah dapet yang jam 8 pagi sih, tapi gwnya bangun kesiangan) jadilah saya putuskan untuk menggunakan kereta. Tiba di Gambir pukul sepuluh, saya ternyata sudah kehabisan tiket parahyangan jam setengah 11, bahkan untuk tiket berdiri. Lalu saya memesan tiket argo gede satu jam berikutnya. Kebetulan saya kebagian duduk di gerbong paling belakang.

Daripada dijalan nganggur saya putuskan buat mengambil foto2 selama di perjalanan. buat pemanasan saya coba2 mengambil foto monas yang keliatan dari cukup jelas dari gambir. Tantangan terbesar memoto dari kereta ini adalah terbatasnya waktu saat menemukan momen yang bagus untuk dijepret. Walaupun diliatin sama penumpang lain yang menuju toilet saya berusaha sok cuek, tapi sempet geer juga karena disangka turis asal Jepang sama salah satu penumpang (waktu itu saya pake kaos Piala Asia-nya Jepang). Jepang kok item..?

Berikut ini sedikit foto selama di jalan dan sebagian besar diantaranya sedikit menggunakan olah digital untuk mengatur exposure, shadow/highlight. ada juga yang ubah tampilan foto jadi sepia. Masih dengan D40 kit. Buat para suhu silakan dibantai ..

Thursday, October 9, 2008

Closer




Masih diseputar halaman depan rumah, mencoba melihat lebih dekat. Ada semut, kepik, mawar dan dua bunga entah apa namanya.. Tidak lupa si lalat yang lagi nongkring di daun..

Tool: Nikon D40 Kit 18-55.