Showing posts with label idnikond40. Show all posts
Showing posts with label idnikond40. Show all posts

Sunday, February 14, 2010

[id-NikonD40] Nongkrong Taman Menteng




Karena bingung tak adeu objek untuk difoto ya sudahlah kita foto saja aksi teman2 yang kemaren hadir di acara kumpul-kumpul milis id-NikonD40 yang bertempat di Taman Menteng, hari Minggu yang lalu. Sepertinya kemaren lebih banyak nyobain racun, haha-hihi dan difoto daripada moto2.. hehehe.. Kalo pake analog mungkin gak sampai satu rol film isi 36.. (cuma 31 kali jepret.. terus yang diupload cuma 13 aja..)..

Summary hunting kemaren: Mimpi indah bersama Tamron 17-50 f/2.8 VC.. heuheuheu.. nabung lagi nih biar bisa beli lensa ini.. :D.. Om Agus racunnya teope..

Selamat melihat-lihat foto-fotonya.. :D

Alat Moto:
-Nikon D90
-Nikkor AF 50mm f/1.8D
-Nikkor AF 70-210mm f/4-5.6 (push-pull zoom) --> lensa lama yang cukup ajib kalo menurut gw, kalo dipake untuk moto2 outdoor lumayan enak..
- ACDSee untuk pengaturan level, kontras/brightness dan resize..

Monday, December 22, 2008

Practice: Testing Close Up Filter




Disaat teman2 IDNikon berfoto-foto ria bersama para model dalam rangka ulangtahun milis yang pertama saya harus pulang ke Bandung karena harus menghadiri resepsi pernikahan salah dua orang teman. Kebetulan sekali ada filter close up dapet minjem dari Ersa, jadi sebelum saya kembali ke Jakarta saya sempatkan untuk berkeliling disekitar rumah untuk mencoba filter tersebut. It's so fun dan cukup lumayan untuk meminimalisasi macro (main cropping) jadi2an.

Filterna mantab Sa.. Thx..

Gear:
- Nikon D40 kit (18-55mm)
- Close Up Filter Hoya +4/+2/+1 yang ditumpuk2 menjadi beberapa konfigurasi.

Monday, December 8, 2008

WBA @ Bandung 2009




Permainan Ketiga band pembuka malam itu terasa sangat mengalir. Jeda antar band tidak terlalu terasa dan lagu-lagu pun begitu cepat berlalu. Hingga akhirnya empat wajah bule-bule itu memasuki panggung dengan senyum sumringah. Humm.. Di penampilannya yang ketiga ini kejutan apa lagi yang akan dibawakan oleh Erlend dan kawan2..

Sejak awal penampilan Astrolab mestinya saya sudah sadar kalau posisi yang saya tempati sepertinya bermasalah. Entah mengapa hasil2 foto saya malam itu banyak yang merah, padahal kalau dilihat dengan mata biasa baik-baik saja.Setting kamera juga gak ada masalah. Saya baru sadar ketika berkeliling pada saat Hollywood Nobody tampil. Dari sisi lain sepertinya pencahayaannya oke2 aja. Masalah kedua adalah ketika kru WBA memasang Crumar-nya Dniel tepat dihadapan saya. Wew, nonton kotak nih.. rasanya kurang pas aja kalo salah satu personil band-nya ada yang gak keliatan. Untuk memotret Daniel saya harus jinjit dan mengangkat kamera. Betul2 gambling karena kamera saya tidak punya image preview di lcd-nya. Walaupun begitu saya tetap mencoba-coba untuk mengambil gambar. Hasilna mah kumaha engke lah..

Pada penampilan WBA kali ini rasanya saya lebih banyak menikmati lagu-lagunya. Mungkin karena saya tidak berkonsentrasi penuh untuk memoto jadi masih bisa nyanyi2, tepuk tangan dan bergoyang ketika lagu demi lagu mereka bawakan. Erlend dan kawan-kawan membuka dengan lagu Above You yang diselingi improvisasi ditengah lagu sambil memperkenalkan personil band. Diikuti satu dua lagu baru WBA kembali membawakan Fireworks dengan aransemen yang berbeda, baik dengan versi album maupun dengan versi yang mereka bawakan ketika manggung di Jakarta. Tidak lupa mereka juga membawakan Golden Cage dan Burning, singel andalan yang tentunya disambut meriah oleh tepuk tangan dan koor penonton. Meskipun penontonnya lebih sedikit dibanding acara di Jakarta, tetapi saya rasa suasananya lebih hangat dan hidup.. Erlend dan yang lainnya pun sepertinya lebih komunikatif dengan penonton.

Aksi Daniel yang biasanya baru menggila di saat-saat akhir kini malah terlihat di awal. Tak ingin kalah dengan Erlend dan Marcin yang beraksi dengan gitarnya Daniel mengangkat Crumar-nya dan ikut bergaya seolah2 memegang gitar. Saya salut karena walaupun melakukan aksi seperti ini permainan musik mereka masih bisa terjaga. Temponya gak kabur dan nada2 yang dihasilkan juga tetap cantik..

Aksi gila lainnya adalah ketika Erlend berjongkok dan mengajak penonton yang ada di depan panggung untuk merunduk. Entah apa yang dilakukannya saya tidak bisa melihatnya terlalu jelas. Bahkan Sebastian sang drummer juga sepertinya ikut penasaran dengan kelakuan Erlend ini. Acara sempat berhenti sebentar untuk sesi narsis para personil WBA. Mereka dengan cueknya berfoto bersama diatas panggung dan beberapa kali memotret penonton. Erlend juga sempat mengajak seorang gadis yang kebetulan berdiri disebelah kiri saya untuk ajojing bersama.

Pertunjukan terus dibawakan hingga akhirnya tiba pada lagu Don't Give Up. saya sadar kalau mereka sudah membawakan lagu ini biasanya pertunjukan mereka akan segera berakhir. Paling satu lagu lagi terus encore. Sedikit hal yang mengganggu saya adalah ketika membawakan lagu Show Me Love bass-nya Marcin mengalami masalah. Lagu yang mestinya masih berada di puncak flow-nya tiba2 dihentikan dan semua personil menuju kebelakang panggung. Daniel sendiri tampak bingung dengan kejadian ini. Penonton yang yakin bahwa ini hanyalah break untuk encore terus berteriak "We Want More!" hingga mereka semua kembali ke panggung.

Dan akhirnya lagu terakhir yang saya tidak hafal judulnya menutup perjumpaan saya dengan WBA. Tiga kali menonton mereka dalam satu minggu tidak membuat saya bosan karena selalu ada yang baru dalam penampilan mereka. Kalau besok mereka manggung lagi juga saya masih mau nonton.

Well, itulah catatan betapa puasnya saya setelah menonton band ini. Saya harap mereka akan datang lagi ke Indonesia untuk launching album barunya yang rencananya akan dirilis pada bulan Maret tahun 2009 nanti. Kalau mereka datang lagi mudah2an saya bisa nonton lagi dan semua teman penggemar WBA yang kemarin gak sempet nonton bisa menyempatkan diri buat melihat aksi mereka. Ammiiin..

*Ngeblog siang2 gara kompie buat kerja rusak dan semua data kerjaan ada disana semua.

WBA live in Bandung - Opening Act




Kabar buruk saya terima pada saat perjalanan menuju ke Bandung hari Sabtu siang lalu. Isi sms itu menginformasikan bahwa Jens Lekman yang direncanakan akan manggung pada malam harinya ternyata terancam batal karena siang itu beliau masih tertahan di salah satu bandara di China. Isi sms yang cukup membuat saya bete, apalagi sms itu membangunkan saya dari tidur nyenyak di travel dan ketika bangun ternyata si mobil masih terjebak macet pada posisi beberapa km sebelum gerbang tol padalarang. Katanya ada tabrakan truk sekitar 4 km setelah gerbang tol.

Sambil berkoordinasi dengan teman2 satu tujuan, ternyata ada kabar baik dibalik tertahannya si Jens. The Whitest Boy Alive yang rencananya akan disiapkan sebagai kejutan untuk acara ini ternyata bersedia tampil sebagai pengisi acara menggantikan Jens Lekman. Entah bagaimana proses nego antara pihak panitia dengan manajemen WBA, tetapi beritanya positif. Wow, gumam saya, seminggu tiga kali nonton Erlend, mimpi apa gw..?

TIba di Bandung pukul 2 siang, saya langsung menuju rumah Uwa yang menjadi batcave tempat saya menyimpan motor dan perlengkapannya. Hujan turun dengan deras pada pukul 3 tepat sebelum saya berangkat sehingga saya terpaksa harus menjadi seperti pelangi yang setia menunggu hujan reda.

Saya tiba di meeting point pada pukul setengah enam. Beberapa orang teman mendadak membatalkan acara karena mendadak sakit. Ternyata sakit juga bisa mendadak, bukan cuma dangdut. Ada juga teman yang membatalkan niatnya menonton karena Jens Lekmannya batal. Tapi ada juga teman yang masih bisa menyempatkan diri untuk hadir saat saya infokan bahwa yang manggung adalah band-nya Erlend Oye.

Saya tiba di venue, Auditorium RRI Bandung sekitar pukul 7. Disana saya langsung berkumpul bersama teman2. Sebagian yang tidak jadi menonton pun ada yang mampir kesana sekedar untuk melihat2 suasana. Di lokasi itu sekali lagi saya sempat ber-SKSD dengan Erlend Oye yang kebetulan lagi cengo di deket tangga. Awalnya dia tidak ingat siapa saya, ya iya lah.. siapa gue..? Tapi setelah saya bilang sama dia kalo saya yang waktu itu kirim foto2 acara di Jakarta ke emailnya dia baru inget dan mengeluh kalo internet di Bandung lelet mampus sehingga dia tidak bisa membuka emailnya.

Oke, basa basi saya akhiri dengan "i can't wait to see you on the stage.." :p saya kembali menunggu opening gate bersama teman2. Tak berselang lama pintu pun dibuka, dan para penonton segera masuk mencari tempat strategis untuk menonton. Pembuka acara malam itu adalah Astrolab yang tanpa banyak berbasa basi memainkan lagu2 mereka. Seusai Astrolab band yang mengisi acara adalah Hollywood Nobody. Walaupun vokalisnya sedang hamil namun kualitas vokalnya masih terjaga dengan baik dan tidak menemui kendala apapun dalam membawakan tembang2nya. Band terakhir yang tampil sebagai pembuka adalah Homogenic. Ada kabar baik dari band ini. Menurut Risa Saraswati sang vokalis, album ketiga Homogenic insya Alloh akan launching pada awal tahun depan. Humm.. tidak sabar menunggu album dan launchingnya.. Mudah2an saya bisa dateng ke launchingnya.

Berikut ini sedikit foto dari penampilan mereka.

Bersambung..

Thursday, October 23, 2008

Ida




Ok.. sekarang giliran saya yang setoran foto2 Ida hasil gathering bersama suhu-suhu idnikon d40 di Omah Sendok hari Minggu yang lalu. Ini pertama kalinya saya menggunakan model wanita yang memang diniatkan sebagai model. Humm gimana ya redaksi kalimatnya.. ya pokoknya begitu lah.. Pertama kali moto model.. Cukup banyak pelajaran dan pengalaman yang saya dapat dari gathering kemarin karena ada sesi sharing tentang foto dan olah digital. Tararengkyu juga buat Binbin aka Ibu EO yang sudah sukses menyelenggarakan acara ini, makanannya enak..

Nambah temen baru sebanyak duapuluh orang dalam satu waktu juga lumayan bikin saya kaget.. Jadi mohon maaf buat Mas dan Mbak yang belum sempet kenalan atau lupa lagi namanya. Kalo papasan dijalan ato liat muka saya di papan reklame gak usah ragu2 buat panggil saya..

Terakhir.. kesan saya motret model ternyata sulit sekali.. mengatur posisi supaya arah cahayanya bagus, mengarahkan gaya supaya tampak tidak kaku, menjaga sang model tetap merasa nyaman sehingga ekspresinya gak tampak bete. Ditambah lagi saya masih grogi kalo mata sang model liat ke lensa saya. Geer-geer gimana gitu.. .:p..

Tidak banyak olah digital yang saya lakukan pada foto karena saya malas. Sebagian besar olah digital pada foto2 ini adalah pengaturan shadow/highlight. Beberapa foto yang di-crop dan satu foto yang saya coba beri bingkai. Bikin bingkai pake acdsee ternyata lebih gampang daripada pake sotosop..

Terakhir, saya membaca sebuah quote sewaktu saya buka2 e-book tentang foto. Temanya tentang memotret model. Terjemahan kasarnya kira2 begini, "Kalau sekiranya fotonya bagus, maka berterimakasihlah pada modelnya yang membuat foto itu menjadi indah, tapi kalau hasilya jelek, jangan salahkan modelnya. Itu kesalahan si tukang foto.."
Setuju atau tidak, up to you..

PS: Bonus satu foto bunga dan satu foto daun. Itu bukan Ida.