Counterpost postingan di fb.. masih dari edisi telat posting.. heuheu. semoga berkenan..
Showing posts with label homogenic. Show all posts
Showing posts with label homogenic. Show all posts
Monday, October 4, 2010
Wednesday, June 9, 2010
Homogenic @ Nanonine 2010/05/07
Saya termasuk orang yang agak sulit menerima perubahan vokalis pada sebuah grup musik karena warna suara vokalis baru dan lama tentunya tidak akan sama dan bagi saya pengaruhnya besar pada karakter band tersebut. Seperti halnya Pure Saturday begitu pula yang dialami oleh Homogenic. Kesimpulan awal saya mengatakan bahwa lagu-lagu pada album baru Homogenic menjadi lebih cerah, pun dengan aransemen pada lagu-lagu lawas mereka.
Saya perlu sedikit beradaptasi untuk bisa tetap menikmati musik Homogenic. Salah satu cara yang paling mudah tentunya adalah dengan menyaksikan sebanyak-banyaknya penampilan live mereka. Selanjutnya tinggal masalah waktu saja.
Anyway, kesenangan saya menikmati musik live sambil mengambil dokumentasi penampilan band yang sedang tampil sepertinya sudah semakin menjadi2.
Aperture's Note:
Foto-foto masih saya konversikan warnanya menjadi BW..
Friday, May 14, 2010
Homogenic @ Bandung, 2010/04/17
Berikut ini kumpulan foto2 yang diambil dari konser launching album Homogenic dan Hollywood Nobody di Dago Tea House, Bandung pada tanggal 17 April 2010 yang lalu.
Sebenarnya ingin cerita banyak tentang konser ini tapi entah mengapa setelah pertunjukan keinginan itu sedikit demi sedikit tertutupi oleh kesibukan dan rasa malas.. bahkan untuk utak-atik fotonya pun harus menunggu benar2 mood dulu.. mohon dimaafkan.. :D..
Monday, December 8, 2008
WBA @ Bandung 2009
Permainan Ketiga band pembuka malam itu terasa sangat mengalir. Jeda antar band tidak terlalu terasa dan lagu-lagu pun begitu cepat berlalu. Hingga akhirnya empat wajah bule-bule itu memasuki panggung dengan senyum sumringah. Humm.. Di penampilannya yang ketiga ini kejutan apa lagi yang akan dibawakan oleh Erlend dan kawan2..
Sejak awal penampilan Astrolab mestinya saya sudah sadar kalau posisi yang saya tempati sepertinya bermasalah. Entah mengapa hasil2 foto saya malam itu banyak yang merah, padahal kalau dilihat dengan mata biasa baik-baik saja.Setting kamera juga gak ada masalah. Saya baru sadar ketika berkeliling pada saat Hollywood Nobody tampil. Dari sisi lain sepertinya pencahayaannya oke2 aja. Masalah kedua adalah ketika kru WBA memasang Crumar-nya Dniel tepat dihadapan saya. Wew, nonton kotak nih.. rasanya kurang pas aja kalo salah satu personil band-nya ada yang gak keliatan. Untuk memotret Daniel saya harus jinjit dan mengangkat kamera. Betul2 gambling karena kamera saya tidak punya image preview di lcd-nya. Walaupun begitu saya tetap mencoba-coba untuk mengambil gambar. Hasilna mah kumaha engke lah..
Pada penampilan WBA kali ini rasanya saya lebih banyak menikmati lagu-lagunya. Mungkin karena saya tidak berkonsentrasi penuh untuk memoto jadi masih bisa nyanyi2, tepuk tangan dan bergoyang ketika lagu demi lagu mereka bawakan. Erlend dan kawan-kawan membuka dengan lagu Above You yang diselingi improvisasi ditengah lagu sambil memperkenalkan personil band. Diikuti satu dua lagu baru WBA kembali membawakan Fireworks dengan aransemen yang berbeda, baik dengan versi album maupun dengan versi yang mereka bawakan ketika manggung di Jakarta. Tidak lupa mereka juga membawakan Golden Cage dan Burning, singel andalan yang tentunya disambut meriah oleh tepuk tangan dan koor penonton. Meskipun penontonnya lebih sedikit dibanding acara di Jakarta, tetapi saya rasa suasananya lebih hangat dan hidup.. Erlend dan yang lainnya pun sepertinya lebih komunikatif dengan penonton.
Aksi Daniel yang biasanya baru menggila di saat-saat akhir kini malah terlihat di awal. Tak ingin kalah dengan Erlend dan Marcin yang beraksi dengan gitarnya Daniel mengangkat Crumar-nya dan ikut bergaya seolah2 memegang gitar. Saya salut karena walaupun melakukan aksi seperti ini permainan musik mereka masih bisa terjaga. Temponya gak kabur dan nada2 yang dihasilkan juga tetap cantik..
Aksi gila lainnya adalah ketika Erlend berjongkok dan mengajak penonton yang ada di depan panggung untuk merunduk. Entah apa yang dilakukannya saya tidak bisa melihatnya terlalu jelas. Bahkan Sebastian sang drummer juga sepertinya ikut penasaran dengan kelakuan Erlend ini. Acara sempat berhenti sebentar untuk sesi narsis para personil WBA. Mereka dengan cueknya berfoto bersama diatas panggung dan beberapa kali memotret penonton. Erlend juga sempat mengajak seorang gadis yang kebetulan berdiri disebelah kiri saya untuk ajojing bersama.
Pertunjukan terus dibawakan hingga akhirnya tiba pada lagu Don't Give Up. saya sadar kalau mereka sudah membawakan lagu ini biasanya pertunjukan mereka akan segera berakhir. Paling satu lagu lagi terus encore. Sedikit hal yang mengganggu saya adalah ketika membawakan lagu Show Me Love bass-nya Marcin mengalami masalah. Lagu yang mestinya masih berada di puncak flow-nya tiba2 dihentikan dan semua personil menuju kebelakang panggung. Daniel sendiri tampak bingung dengan kejadian ini. Penonton yang yakin bahwa ini hanyalah break untuk encore terus berteriak "We Want More!" hingga mereka semua kembali ke panggung.
Dan akhirnya lagu terakhir yang saya tidak hafal judulnya menutup perjumpaan saya dengan WBA. Tiga kali menonton mereka dalam satu minggu tidak membuat saya bosan karena selalu ada yang baru dalam penampilan mereka. Kalau besok mereka manggung lagi juga saya masih mau nonton.
Well, itulah catatan betapa puasnya saya setelah menonton band ini. Saya harap mereka akan datang lagi ke Indonesia untuk launching album barunya yang rencananya akan dirilis pada bulan Maret tahun 2009 nanti. Kalau mereka datang lagi mudah2an saya bisa nonton lagi dan semua teman penggemar WBA yang kemarin gak sempet nonton bisa menyempatkan diri buat melihat aksi mereka. Ammiiin..
*Ngeblog siang2 gara kompie buat kerja rusak dan semua data kerjaan ada disana semua.
Labels:
astrolab,
gigs,
hollywoodnobody,
homogenic,
idnikond40,
wba
WBA live in Bandung - Opening Act
Kabar buruk saya terima pada saat perjalanan menuju ke Bandung hari Sabtu siang lalu. Isi sms itu menginformasikan bahwa Jens Lekman yang direncanakan akan manggung pada malam harinya ternyata terancam batal karena siang itu beliau masih tertahan di salah satu bandara di China. Isi sms yang cukup membuat saya bete, apalagi sms itu membangunkan saya dari tidur nyenyak di travel dan ketika bangun ternyata si mobil masih terjebak macet pada posisi beberapa km sebelum gerbang tol padalarang. Katanya ada tabrakan truk sekitar 4 km setelah gerbang tol.
Sambil berkoordinasi dengan teman2 satu tujuan, ternyata ada kabar baik dibalik tertahannya si Jens. The Whitest Boy Alive yang rencananya akan disiapkan sebagai kejutan untuk acara ini ternyata bersedia tampil sebagai pengisi acara menggantikan Jens Lekman. Entah bagaimana proses nego antara pihak panitia dengan manajemen WBA, tetapi beritanya positif. Wow, gumam saya, seminggu tiga kali nonton Erlend, mimpi apa gw..?
TIba di Bandung pukul 2 siang, saya langsung menuju rumah Uwa yang menjadi batcave tempat saya menyimpan motor dan perlengkapannya. Hujan turun dengan deras pada pukul 3 tepat sebelum saya berangkat sehingga saya terpaksa harus menjadi seperti pelangi yang setia menunggu hujan reda.
Saya tiba di meeting point pada pukul setengah enam. Beberapa orang teman mendadak membatalkan acara karena mendadak sakit. Ternyata sakit juga bisa mendadak, bukan cuma dangdut. Ada juga teman yang membatalkan niatnya menonton karena Jens Lekmannya batal. Tapi ada juga teman yang masih bisa menyempatkan diri untuk hadir saat saya infokan bahwa yang manggung adalah band-nya Erlend Oye.
Saya tiba di venue, Auditorium RRI Bandung sekitar pukul 7. Disana saya langsung berkumpul bersama teman2. Sebagian yang tidak jadi menonton pun ada yang mampir kesana sekedar untuk melihat2 suasana. Di lokasi itu sekali lagi saya sempat ber-SKSD dengan Erlend Oye yang kebetulan lagi cengo di deket tangga. Awalnya dia tidak ingat siapa saya, ya iya lah.. siapa gue..? Tapi setelah saya bilang sama dia kalo saya yang waktu itu kirim foto2 acara di Jakarta ke emailnya dia baru inget dan mengeluh kalo internet di Bandung lelet mampus sehingga dia tidak bisa membuka emailnya.
Oke, basa basi saya akhiri dengan "i can't wait to see you on the stage.." :p saya kembali menunggu opening gate bersama teman2. Tak berselang lama pintu pun dibuka, dan para penonton segera masuk mencari tempat strategis untuk menonton. Pembuka acara malam itu adalah Astrolab yang tanpa banyak berbasa basi memainkan lagu2 mereka. Seusai Astrolab band yang mengisi acara adalah Hollywood Nobody. Walaupun vokalisnya sedang hamil namun kualitas vokalnya masih terjaga dengan baik dan tidak menemui kendala apapun dalam membawakan tembang2nya. Band terakhir yang tampil sebagai pembuka adalah Homogenic. Ada kabar baik dari band ini. Menurut Risa Saraswati sang vokalis, album ketiga Homogenic insya Alloh akan launching pada awal tahun depan. Humm.. tidak sabar menunggu album dan launchingnya.. Mudah2an saya bisa dateng ke launchingnya.
Berikut ini sedikit foto dari penampilan mereka.
Bersambung..
Labels:
astrolab,
gigs,
hollywoodnobody,
homogenic,
idnikond40,
wba
Sunday, April 27, 2008
OZ Box Show: (Part 1 of 3)
Sedikit catatan ringan sebelum saya tidur mengenai pengalaman saya menonton acara ini.
Saya tiba di Eldorado pukul 19.30-an. Dijalan motor saya sempat mogok karena kehabisan bensin sehingga saya terpaksa mendorong motor dari UPI hingga terminal ledeng sambil menutup muka dengan helm karena gengsi.. di ledeng saya iseng starter motor, alhamdulillah masi ada setetes dua tetes bensin (ini hiperbola) sehingga motor masih bisa saya geber ke pombensin terdekat. kebayang aja klo harus ngedorong motor ampe pom bensin itu, setengah kiloan dengan rute menanjak.. bisa bucat bitis ceuk babaturan saya mah..
Setibanya di venue saya bergabung bersama teman2 yang sebagian diantaranya nonton konser sore juga. Antrian masuk cukup panjang sehingga saya ketinggalan untuk menyaksikan penampilan Goodnight Electric.
Ditengah suasana yang kurang nyaman karena acara sudah berlangsung sementara kami masih nongkring di luar seperti bebek, terlebih yearry yang tiketnya belum dateng karena temen saya yang bawa tiketnya dia masih di perjalanan, teman saya dessy tiba2 menghilang dan tak berapa lama meng-sms saya, "lex the milo udah main.." 5 menitan kemudaian "lex the milo udah lagu kedua..".. Arrgghh.. tidak!!.. Niat saya dateng kesana selain buat nonton Radio Dept yang bikin penasaran seperti apa live-nya juga untuk melihat penampilan dua band yang sudah lama saya tunggu2, yaitu the milo dan homogenic. Saya burur2 ke deket pintu masuk dan melihat disebelah kanan antriannya ternyata kosong. Ini orang2 pada oon atau apa ya kok antrinya cuma di satu sayap aja. gak ada sattu menit saya bisa masuk dan menyaksikan Aji dan kawan2 sedang membawakan lagu Dreams.. Saya mengambil nafas sejenak kemudian mengambil kamera dan mulai jepret2. Seperti dugaan saya.. lighting di acara Oz yang ini gak ada bedanya dengan waktu acara Telefon Tel Aviv dulu. Busuk buat buat penonton yang ngambil foto jauh dari panggung.
Saya kurang begitu hapal urutannya tapi lagu2 yang bakal menjadi materi album selanjutnya (iraha launcingna atuh..? :p) mengisi hampir seluruh setlist The Milo pada malam itu. Ada So Regret dan Stetoskop. Para penonton mendengarkan dengan khidmat. Sebagian penonton menikmati lagu ini sambil menutup mata (Kalo dengerin kaset The Milo saya juga senengnya sambil menutup mata dan membiarkan fikiran terbang bebas, tapi lamun dina konser mah asa lebar jauh2 datang terus peureum..). Lagu lama yang dimainkan adalah Romantic Purple. Penonton pun bernyanyi besama. Walaupun ketinggalan satu lagi saya tetap puas dengan penampilan The Milo pada malam itu.
Usai The Milo perhatian penonton beralih pada sayap sebelah kiri (dari sudut pandang penonton). Kalau diperhatikan dari setting alatnya semua pasti hapal siapa selanjutnya yang akan tampil. Ya.. the next performer is Homogenic. Dengan penampilan yang lagi2 unik, kali ini Risa dan Dina tampil dengan mengenakan peci tentara veteran. Penampilan yang juga mengundang celetukan usil dari para penonton.
Malam itu Homogenic juga banyak membawakan lagu2 dari album ketiga yang rencananya akan keluar tahun ini. Masih dengan ciri khas electropop Homogenic dan angelic voice Risa Saraswati, lagu2 baru ini terasa sedikit berbeda dari album pertama maupun kedua.. Lagu lama yang saya ingat mereka mainkan malam itu adalah Utopia, satu lagu dari album pertama yang kalo gak salah judulnya spread of the light (cmiiw), serta lagu penutup yang merupakan salah lagu favorit saya.. Solaris..
kembali lagi ke sayap kanan, kita akan berjumpa dengan Efek Rumah Kaca..
bersambung
Subscribe to:
Posts (Atom)