Showing posts with label themilo. Show all posts
Showing posts with label themilo. Show all posts

Friday, May 27, 2011

Themilo @ Traxkustik 2011




Malam itu adalah pertamkalinya saya menonton penampilan Themilo tanpa drummer ori mereka, yaitu Budi Chilpollins yang pada saat itu mendadak sakit dan tidak bisa bertolak ke Jakarta. Posisinya digantikan oleh drummer seribu band kebanggaan kota kembang yang saat ini sering manggung bersama Homogenic, yitu kakak Gebeg. Walaupun masih tampak ragu-ragu Icuk pada satu-dua lagu yang drumnya sulit, namun kredit khusus untuk Gebeg karena ternyata beliau ini baru pertama kali berlatih bersama Themilo beberapa jam sebelum manggung.

Sesuai jargon Themilo, untuk menikmati musiknya cukup lakukan tiga hal, "LIGHT LOW, VOLUME HIGH, FANTASIZING".. dan biarkan pikiran anda terbang bebas..

Selamat menyimak foto-fotonya..












Saturday, August 30, 2008

Bdg Youth Fest - Wayahna...




Saya sengaja datang sekitar pukul 4 sore menuju acara ini karena band2 yang saya suka tampil mulai jam tersebut. Siang hari sekitar pukul 1 saya menerima kabar dari Tomo, bassist Polyester Embassy bahwa ada perubahan rundown karena masalah perizinan. Saya cepet2 kros cek sama Aji Gergaji karena di run down yang saya dapet The Milo adalah band favorit saya yang paling awal manggung. Awalnya Aji juga belum tau info itu tapi setelah cek sama rekannya yang lain dia langsung kabari saya kalau rundown berubah dan ada penyesuaian jadwal. Saya bergegas berangkat dari rumah dengan itung2an nyampe sana pada waktu Ashar. Sempet nebeng solat dan titip parkir motor di kantornya Dado, saya lanjut ke TKP sambil pasang muka jaim untuk menghindari calo (and it's success.. :p).

Saya tiba pada saat Mocca bermain, entah sudah lagu keberapa. Saya tidak menyangka karena di rundown sebelumnya Mocca dijadwalkan tampil pukul 21.30. Di dalam GOR yang masih cukup lengang saya bertemu dengan Anggi Pure People, lumayan lah ada temen, sambil nunggu anak2 yang lain pada dateng. Usai Mocca yang menghangatkan suasana dalam GOR kemudian hadir The Milo, waktu itu teman2 sudah mulai berkumpul, ada Desonk dan temannya (namanya lupa, sorry ya..) serta Dapit yang jauh2 datang dari Jakarta. The Milo tampil apik seperti biasanya dengan setlist lagu2 dari selain album pertama. Seperti halnya Mocca, The Milo pun hanya membawakan sekitar kurang lebih 4-5 lagu saja karena durasi tampil yang singkat.

Di luar sana hujan turun dengan derasnya. Saya tidak lagi mendengar sayup2 suara band yang bermain di outdoor stage. Sepertinya acara diluar distop karena cuaca yang tidak mendukung. Beberapa penonton dari luar yang basah kuyup mulai memasuki GOR.

Acara di stage indoor dilanjutkan dengan penampilan Vincent Vega yang sudah ditunggu2 oleh para penggemarnya. Pasca Vincent Vega acara diteruskan dengan "band favorit" teman saya-sayasony dan furrada-, Break Adzan (Magrip). Saya masih mengira Polyester Embassy akan tampil setelah ini karena mereka sudah mulai bersiap2 untuk setting alat di panggung. Namun panitia yang diwakili oleh Edi Brokoli dan Gustaf naik ke atas panggung dan berbicara kepada seluruh penonton yang berada disana. Mereka memohon maaf yang sebesar-besarnya karena acara harus dihentikan karena hujan deras yang mengguyur kota Bandung sore tadi memaksa acara di panggung outdoor dihentikan dan ujungnya berimbas juga pada penghentian seluruh kegiatan termasuk acara di stage indoor karena menurut panitia dengan dihentikannya stage outdoor dikhawatirkan penonton akan terkonsentrasi ke stage indoor, satu2nya hiburan yang tersisa. Bangunan GOR Saparua yang sudah tua dan kecil tentunya tidak akan sanggup membendung massa dengan jumlah sekitar setengah penonton Persib vs Persija. Alasan yang cukup logis dan harus kita terima walaupun dengan berat hati karena keamanan dan keselamatan harus selalu diutamakan dan salah satu misi acara ini adalah menunjukkan bahwa acara musik yang digelar di Bandung bisa berjalan tertib tanpa kerusuhan. Menurut pengamatan panitia sejak pagi hingga ditutup paksanya acara ini, kegiatan berlangsung dengan aman dan terkendali. Usaha yang bagus dari semua pihak untuk menjaga ketertiban, keamanan dan keselamatan selama acara berlangsung.

Tentunya perasaan bete penasaran handeueul tapi mau gimana deui wayahna kieu ayana ya sudahlah ikhlaskan saja engke deui isuk pageto geus lebaran urang teruskeun deui bukan hanya dirasakan oleh saya seorang.. teman2 saya yang sudah nongkrong didepan panggung, yang lagi ngantri tiket, yang masih diangkot, yang udah siap2 mau manggung, yang nunggu giliran manggung, panitia semua juga pasti merasakan hal serupa. Kejadian ini harus diterima dengan lapang dada dan kita anggap saja PR yang belum selesai. Jangan patah semangat, masih ada waktu. Salut buat semua yang terlibat dalam acara. Panitia dan seluruh pengisi acara baik yang sudah tampil maupun yang tidak jadi. Semoga acara2 selanjutnya bisa lebih baik dari yang sekarang. Maju terus musik Bandung!

Untuk oleh2 saya upload-kan foto2 Mocca dan The Milo yang berhasil saya tangkap. Mohon maaf buat Vincent Vega yang tidak sempat saya foto karena batere kameranya abis dan saya lupa bawa cadangan. Sampai jumpa di gigs selanjutnya, selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan.




Sunday, April 27, 2008

OZ Box Show: (Part 1 of 3)




Sedikit catatan ringan sebelum saya tidur mengenai pengalaman saya menonton acara ini.

Saya tiba di Eldorado pukul 19.30-an. Dijalan motor saya sempat mogok karena kehabisan bensin sehingga saya terpaksa mendorong motor dari UPI hingga terminal ledeng sambil menutup muka dengan helm karena gengsi.. di ledeng saya iseng starter motor, alhamdulillah masi ada setetes dua tetes bensin (ini hiperbola) sehingga motor masih bisa saya geber ke pombensin terdekat. kebayang aja klo harus ngedorong motor ampe pom bensin itu, setengah kiloan dengan rute menanjak.. bisa bucat bitis ceuk babaturan saya mah..

Setibanya di venue saya bergabung bersama teman2 yang sebagian diantaranya nonton konser sore juga. Antrian masuk cukup panjang sehingga saya ketinggalan untuk menyaksikan penampilan Goodnight Electric.

Ditengah suasana yang kurang nyaman karena acara sudah berlangsung sementara kami masih nongkring di luar seperti bebek, terlebih yearry yang tiketnya belum dateng karena temen saya yang bawa tiketnya dia masih di perjalanan, teman saya dessy tiba2 menghilang dan tak berapa lama meng-sms saya, "lex the milo udah main.." 5 menitan kemudaian "lex the milo udah lagu kedua..".. Arrgghh.. tidak!!.. Niat saya dateng kesana selain buat nonton Radio Dept yang bikin penasaran seperti apa live-nya juga untuk melihat penampilan dua band yang sudah lama saya tunggu2, yaitu the milo dan homogenic. Saya burur2 ke deket pintu masuk dan melihat disebelah kanan antriannya ternyata kosong. Ini orang2 pada oon atau apa ya kok antrinya cuma di satu sayap aja. gak ada sattu menit saya bisa masuk dan menyaksikan Aji dan kawan2 sedang membawakan lagu Dreams.. Saya mengambil nafas sejenak kemudian mengambil kamera dan mulai jepret2. Seperti dugaan saya.. lighting di acara Oz yang ini gak ada bedanya dengan waktu acara Telefon Tel Aviv dulu. Busuk buat buat penonton yang ngambil foto jauh dari panggung.

Saya kurang begitu hapal urutannya tapi lagu2 yang bakal menjadi materi album selanjutnya (iraha launcingna atuh..? :p) mengisi hampir seluruh setlist The Milo pada malam itu. Ada So Regret dan Stetoskop. Para penonton mendengarkan dengan khidmat. Sebagian penonton menikmati lagu ini sambil menutup mata (Kalo dengerin kaset The Milo saya juga senengnya sambil menutup mata dan membiarkan fikiran terbang bebas, tapi lamun dina konser mah asa lebar jauh2 datang terus peureum..). Lagu lama yang dimainkan adalah Romantic Purple. Penonton pun bernyanyi besama. Walaupun ketinggalan satu lagi saya tetap puas dengan penampilan The Milo pada malam itu.

Usai The Milo perhatian penonton beralih pada sayap sebelah kiri (dari sudut pandang penonton). Kalau diperhatikan dari setting alatnya semua pasti hapal siapa selanjutnya yang akan tampil. Ya.. the next performer is Homogenic. Dengan penampilan yang lagi2 unik, kali ini Risa dan Dina tampil dengan mengenakan peci tentara veteran. Penampilan yang juga mengundang celetukan usil dari para penonton.

Malam itu Homogenic juga banyak membawakan lagu2 dari album ketiga yang rencananya akan keluar tahun ini. Masih dengan ciri khas electropop Homogenic dan angelic voice Risa Saraswati, lagu2 baru ini terasa sedikit berbeda dari album pertama maupun kedua.. Lagu lama yang saya ingat mereka mainkan malam itu adalah Utopia, satu lagu dari album pertama yang kalo gak salah judulnya spread of the light (cmiiw), serta lagu penutup yang merupakan salah lagu favorit saya.. Solaris..

kembali lagi ke sayap kanan, kita akan berjumpa dengan Efek Rumah Kaca..

bersambung