Showing posts with label live. Show all posts
Showing posts with label live. Show all posts
Wednesday, December 15, 2010
Monday, December 6, 2010
Thursday, November 25, 2010
Sarasvati @ BWJ Festival
Kalau diibaratkan hantu atau jin gentayangan di film-film yang katanya penasaran karena ada suatu misi yang belum selesai di dunia fana ini dan kemudian dia bisa menyelesaikan misinya lalu seolah-olah kembali ke alamnya dengan tenang, maka itulah kira-kira perasaan saya setelah menonton penampilan Sarasvati di pagelaran Bandung World Jazz Festival tanggal 6 November lalu. Mungkin tampak berlebihan bagi kalian yang membaca tulisan ini, tapi bagi saya tidak. Untuk seorang Risa Saraswati yang saya ikuti perkembangannya (tapi saya bukan stalker loh :p) setelah resmi undur diri dari Homogenic dan berencana membuat solo project bernama Sarasvati, hal ini sangat wajar bagi saya, apalagi saya hanya bisa streaming pada saat launching EP Story of Peter, pertunjukkan musik yang sudah saya tunggu sekian lama dan sudah niat untuk nonton tapi gak bisa dateng karena launchingnya malam jumat, bentrok dengan jadwal saya nyegik.. heuheu, maksudnya itu konser dilaksanakan pada hari kerja sehingga hampir tidak mungkin saya meninggalkan jakarta ini. aku di matraman kau di kota kembanggg kalau kata the upstairs mah..
Perjalanan saya menuju konser ini juga bisa dibilang cukup menarik. Saya mengikuti workshop Foto Bandung World Jazz Festival yang diselenggarakan oleh fotolisis. Tujuan utamanya adalah mempunyai tag all access sehingga saya bisa bebas berkeliaran di seluruh area pertunjukan baik panggung maupun backstage kecuali toilet wanita. Menyalurkan hobi sudah jelas, menonton dan memotret live music, serta menambah teman dan ilmu. Tapi untuk yang terakhir ini sepertinya tidak tercapai dengan baik. saya malah terbebani dengan konsep tema yang harus disampaikan pada workshop, yaitu membuat rangkaian cerita. selama ini saya hanya memotret saja dan mungkin ini kelemahan terbesar saya yang harus segera dibenahi. Untuk mengikuti workshop itu saya harus bolak-balik jakarta bandung pergi pagi pulang petang untuk mengikuti workshop (tapi cuma bisa ikutan sehari aja, sisanya gak bisa ikutan :() dan juga pada saat pelaksanaan BWJF.
Cukup tentang saya, kita kembali ke Bandung World Jazz dan Sarasvati. Lepas dari euphoria saya yang bisa menyaksikan Sarasvati, ada beberapa catatan kurang bagus untuk penyelenggaraan acara yang bertajuk "World" yang seharusnya "World Class" itu namun pada kenyataannya sangat jauh. Point utama adalah ketepatan waktu. Acara ini super ngaret. Mestinya acara dimulai pukul 10 pagi, namun karena satu dan lain hal baru dimulai sekitar pukul 2 siang. Usut punya usut ternyata sejak sound check juga sudah terjadi pemuluran jadwal. Konon kabarnya karena ada masalah pada mixer. Saya baca dari twitternya Sarasvati kalau mereka yang dijadwalkan sound check pada malam H-1 harus mundur hingga jam 3 pagi dan baru selesai menjelang matahari terbit. Pagi hari sebelum dimulai pun masih ada beberapa musisi yang baru sound check. Selain itu pembagian panggung menjadi tiga tapi channelnya satu panggung adalah hal yang sangat fatal, jeda dari panggung satu ke panggung lain akan terhambat cukup lama karena harus cabut colok kabel di mixer yang sama serta setting ulang sound sesuai kebutuhan musisi. hampir tidak ada bedanya dengan pertunjukkan dengan satu panggung. Mungkin kalau saya bahas lebih lanjut bisa lebih panjang lagi tapi saya cukupkan sampai disini karena kita akan fokuskan lagi ke Sarasvati.
Molornya jadwal itu juga berakibat pada molornya jadwal Sarasvati. Dari jadwal yang tertera pada rundown Sarasvati manggung pukul 9 malam, pada kenyataannya terpaksa manggung menjelang pukul 12 malam. Jika saja Karinding Collaboration tidak membatalkan pertunjukannya malam itu, mungkin Sarasvati bisa manggung pada saat mendekati jam sahur. Acara ngaret seperti ini berpotensi besar menurunkan mood penonton, peliput dan juga musisi yang tampil. Syukurlah hal itu tidak terlihat pada saat Sarasvati naik pentas.
Sarasvati membuka penampilan mereka dengan mengajak salah seorang penonton untuk membawakan lagu Perjalanan, sebuah lagu gubahan Franky Sahilatua yang di aransemen ulang sesuai karakter Sarasvati. Lagu kedua yang dimainkan adalah Cut and Paste yang bertempo lebih cepat namun nuansanya masih terasa kelam, ingin rasanya memejamkan mata dan berkonsentrasi mendengarkan lagu ini, tapi saya akan kehilangan banyak momen :D. Penonton BWJF semakin tenggelam bersama Sarasvati dalam lagu Question dalam pilihan nada-nada cerdas yang cocok didengarkan saat anda merasakan galau akut. Berikutnya single pertama dari EP Story of Peter yaitu Oh I Never know yang sudah sering diperdengarkan di radio-radio ternama kota kembang maupun ibu kota. Sebuah duet yang manis antara Risa dan Tulus, salah seorang penyanyi pendukung pada malam itu.
Sarasvati tampil dengan kekuatan penuh, full band yang dibantu oleh Egi Anggara (cherry Bombshell) pada gitar, ditambah dengan tiga keyboardis dan tiga backing vocal, satu diantaranya adalah Diantra, vokalis Hollywood Nobody dan ditambah dengan string section. Ada pula alat musik tradisonal sunda spesial dan sinden serta penari tradisonal untuk lagu Bilur yang dinyanyikan setelah lagu Fighting Club. Mendengarkan Bilur secara langsung membuat bulu kuduk saya merinding, bukan karena takut, tetapi karena suara Risa di lagu tersebut dan pada saat sinden menembangkan bagiannya.
Sebuah cover song dari Chrisye, Kala Sang Surya Tenggelam dan layar pentas akhirnya ditutup dengan lagu yang menjadi tajuk dari EP yang dirilisnya, yaitu Story of Peter. Pada lagu ini tampil seorang bocah bule dan boneka yang bermain-main ke atas panggung mengajak Risa untuk bercanda dan berlarian, rasanya seperti melihat pertunjukan teater ;D. Katanya Peter yang asli hadir juga malam itu tapi entah dimana, saya tidak melihatnya dan lebih baik begitu.
Begitulah pokoknya, saya juga sudah bingung mau menulis apa lagi.. tak sadar juga ini sudah jam 2 pagi.. mirip sekali waktunya dengan selesainya liputan saya di Sabuga waktu itu. Saya pun pulang ke rumah.. berjalan kaki hingga McD Setiabudi, nongkrong disitu menunggu subuh sekaligus menghindari kepungan geng motor (ini sih biar tampak dramatis aja) dan sebelum ayam jago berkokok saya pulang ke rumah orang tua saya di Lembang dengan angkot suci Saint Hall-Lembang bersama ibu-ibu yang akan berangkat ke pasar.
Terimakasih sudah berkunjung dan selamat melihat2 fotonya, Kritik dan saran seperti biasa selalu saya harapkan. :D.
Thursday, October 7, 2010
Monday, October 4, 2010
Wednesday, June 9, 2010
Homogenic @ Nanonine 2010/05/07
Saya termasuk orang yang agak sulit menerima perubahan vokalis pada sebuah grup musik karena warna suara vokalis baru dan lama tentunya tidak akan sama dan bagi saya pengaruhnya besar pada karakter band tersebut. Seperti halnya Pure Saturday begitu pula yang dialami oleh Homogenic. Kesimpulan awal saya mengatakan bahwa lagu-lagu pada album baru Homogenic menjadi lebih cerah, pun dengan aransemen pada lagu-lagu lawas mereka.
Saya perlu sedikit beradaptasi untuk bisa tetap menikmati musik Homogenic. Salah satu cara yang paling mudah tentunya adalah dengan menyaksikan sebanyak-banyaknya penampilan live mereka. Selanjutnya tinggal masalah waktu saja.
Anyway, kesenangan saya menikmati musik live sambil mengambil dokumentasi penampilan band yang sedang tampil sepertinya sudah semakin menjadi2.
Aperture's Note:
Foto-foto masih saya konversikan warnanya menjadi BW..
Various Act @ Nanonine May 07,2010
Berikut ini foto-foto dari acara Nanonine yang dilaksanakan di Senayan City pada awal bulan Mei lalu. lagi-lagi saya tidak bisa bercerita banyak karena banyaknya tugas kantor yang diselingi edit2 foto. Makanya uploadnya aja baru bisa sekarang.
Aperture's Note:
Semua foto saya convert ke BW karena saya tidak suka dengan warna naturalnya. Cahaya lampu mall yang pas-pasan, dan pengambilan foto dengan flash membuat tone asli foto-foto ini tidak terlalu menyenangkan.
Friday, May 14, 2010
Homogenic @ Bandung, 2010/04/17
Berikut ini kumpulan foto2 yang diambil dari konser launching album Homogenic dan Hollywood Nobody di Dago Tea House, Bandung pada tanggal 17 April 2010 yang lalu.
Sebenarnya ingin cerita banyak tentang konser ini tapi entah mengapa setelah pertunjukan keinginan itu sedikit demi sedikit tertutupi oleh kesibukan dan rasa malas.. bahkan untuk utak-atik fotonya pun harus menunggu benar2 mood dulu.. mohon dimaafkan.. :D..
Sunday, April 4, 2010
Imogen Heap Live @ Jakarta, March 31, 2010
Tak bisa berharap banyak pada hasil fotonya karena jarak dari panggung ke tempat saya menonton yang cukup jauh.. padahal udah di barisan penonton festival yang paling depan. Tapi rasanya senang sekali bisa menonton pertunjukan spektakuler yang disuguhkan oleh penyanyi asal Inggris, Imogen Heap, di Balai Kartini, Jakarta pada tanggal 31 Maret yang lalu.
kualitas suara Imogen Heap dan kepiawaiannya dalam memainkan berbagai alat musik benar-benar mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari penonton yang hadir pada malam itu. Selain itu ia pun cukup pandai berkomunikasi dengan penonton, sesekali mengundang tawa karena ia sering sekali bergumam seperti ibu-ibu rumah tangga khas Inggris (seperti yang sering saya lihat di film. :D)..
Imogen membawakan lagu-lagu yang sebagian besar berasal dari album terbarunya, Ellipse. Wajar saja karena konser ini merupakan bagian dari rangkaian tur promo albumnya tersebut. Set list selengkapnya bisa dilihat pada bagian akhir tulisan ini. Satu lagu dari Frou Frou, Let Go dibawakannya dengan solo piano, disambut dengan gemuruh penonton yang ikut bernyanyi bersama. Ya, sebagian besar penonton Indonesia tentunya mengenal Imogen sejak ia muncul dalam duo Frou Frou yang namanya menjadi perhatian penikmat musik dunia pada sekitar tahun 2002-2003.
Konser malam itu ditutup dengan lagu The Moment I Said It. 18 lagu yang dibawakannya malam itu cukup memuaskan penonton. Konser Imogen Heap malam itu juga ditunjang dengan kualitas sound sistem dan tata cahaya panggung yang saya rasa cukup bagus.
That's all for tonight. Saya pulang dengan pinggang pegal karena berdiri terlalu lama yang baru terasa setelah konser usai. Next time harus dapat tiket duduk.. hoho. Thank You for performing in Indonesia Imogen..
Set List
1. First Train Home
2. Wait It Out
3. Between Sheets
4. Headlock
5. Bad Body Double
6. Speeding Cars
7. Little Bird
8. Let Go
9. Aha!
10. Canvas
11. The Walk
12. Swoon
13. 2-1
14. Goodnight and Go
15. Tidal
Encore:
16. Hide and Seek
17. Just For Now
18. The Moment I Said It
Monday, March 22, 2010
Camera Obscura @ Bandung, 2010/03/10
Tujuan utama kedatangan saya ke Bandung Sabtu lalu adalah untuk menyaksikan penampilan band dari Scotland ini. Mereka menjadi band tamu pada acara puncak LA Indiefest Festivesound 2010 yang bertempat di Sasana Budaya Ganesha, Bandung.
Sebetulnya ingin juga menyaksikan band-band yang biasanya selalu ada dalam daftar tonton saya seperti SORE dan Mocca, juga The Trees and The Wild yang sampai hari ini belum berjodoh dengan saya (gelo lah, band yang lagi happening tapi gw belum pernah nonton sekali pun.. hehe..), akan tetapi semua itu terpaksa harus saya tinggalkan demi sebuah spot di depan panggung yang kalau saya angkat pantat dari sana dijamin ilang tempat sodara2..
Maka saya pun memasang jangkar disana dan menonton apa saja yang ada di depan panggung hingga tiba waktunya para personel Camera Obscura menaiki panggung. Seblum mereka tampil ada suguhanyang lumayan menarik, sebuah band dari Singapore yang bernama Electrico. Karena belum pernah mendengar lagu2 mereka sebelumnya maka saya yang datang bersama istri dan beberapa orang teman pun bertanya2 seperti apa musiknya. Teman saya bahkan dengan gagah mengatakan bahwa musiknya adalah elektronik seperti namanya.. Ketika lagu pertama dimulai "jreng jreng" ternyata ini adalah band alternative.. hahahaha.. Setelah itu tampil juga Icon LA Indiefest tahun lalu yang digandrungi oleh banyak remaja masa kini, yaitu The Banery dengan dasi kupu2 mereka yang khas (Album Electrico dan The Banery akan menyusul, kalo gak males ngeditnya :p)
Saya ngetem lumayan lama di depan stage itu, kurang lebih 2 jam lah, untung istri saya lebih memilih untuk duduk di belakang.. kalo engga bisa murang-maring dia (apa ya murang-maring itu kalo dibahasa indonesiakan.. ah biarin lah.. dia juga gak ngerti ini.. hihihi). Acara sempat diselingi oleh pemberian awards entah apalah soalnya banyak sekali dan saya gak ngeh juga :D..
Dengan diiringi musik dari DJ saya memperhatikan soundman Camera Obscura yang mulai beraksi menata peralatan. Agak lama kemudian Camera Obscura hadir menyapa seluruh penonton di Sabuga malam itu dan disambut dengan gemuruh sorak dan tepuk tangan semua yang memang sudah mnantikan kehadirannya.Mereka mengawalinya dengan lagu dari album terbaru mereka yang berjudul My Maudlin Career. Selanjutnya Tracyane Campbell dan kawan-kawan seolah menyihir saya untuk tidak melepaskan pandangan ke arah panggung sambil sesekali memotret mereka. Sesekali yang tanpa terasa sudah menghabiskan banyak shutter.. hoho. Aksi panggung mereka tidak terlalu agresif, ya tentu saja karena musik yang diusung juga bukan musik cadas. Pada jeda antar lagu Tracyanne juga mencoba berkomunikasi dengan penonton. Dengan logat British-nya ia mengatakan kalau mereka merasa senang bisa hadir di sini dan berterimakasih atas sambutan hangat dari penonton di Bandung.
Malam itu Camera Obscura hanya membawakan 9 lagu plus 2 encore seperti yang bisa dilihat pada foto terakhir. Padahal kalau mereka tampil dalam gigs tersendiri mungkin bisa membawakan lebih dari 16 lagu. Mungkin tahun depan perlu diundang secara khusus, mudah2an ada promotor yang tertarik.. hehehe..
Well, that's my great night with Camera Obscura. Untuk info lebih lengkap tentang band ini bisa tanya ke Mbah Wiki atau buka www.camera-obscura.net. Terimakasih kepada panitia yang sudah mengundang band ini dan menjual tiket dengan harga yang masih wajar, juga dengan sound dan lighting yang mantap. Thanks juga untuk Mamang Aries Poldan dan Istri yang sudah dititipin tiket dan mengantar jemput dari rumah ke tekape..
See You on the next gigs.
Gear:
Nikon D90 and Nikkor AF 35-70 f/2.8
Subscribe to:
Posts (Atom)
