Friday, December 5, 2008

Superbad Scandal! - WSATCC




Sesuai janji saya, sekarang album khusus untuk Whiteshoes and The Couples Company. Seperti biasa mereka tampil atraktif dan all out. Foto2 ini juga mengobati kekecewaan saya yang gagal mengambil dokumentasi waktu mereka manggung di Kemang beberapa waktu lalu sebelum bertolak ke USA. Dari posisi saya di pub sangat sulit untuk memoto Tuan John, Tuan Rio dan Nyonya Mela. Tuan Ricky juga pas didepan saya banget. Jadi sepertinya foto2nya didominasi oleh Nona Sari dan Tuan Saleh. Silakan.. Superbad Scandal masih belum usai, ada satu kejutan lagi.

Nge-blog dikit ah.. Kesimpulan dari foto2 yang saya ambil dalam kondisi low light ada tiga. Pertama saya harus meningkatkan skill untuk mengoptimalkan gear yang saya punya agar bisa memotret dalam kondisi ini. Kedua, membeli lensa bukaan lebar dengan motor di lensa. Ketiga adalah membeli kamera dengan motor di body. Yang paling mungkin dipenuhi sih ya cuma opsi pertamax, soalnya itu solusi paling mursidah.. yang lainnya mahil.. Terus berlatih!!..

Thursday, December 4, 2008

Superbad Scandal! - Various




Penampilan spesial dari dua band asal Bandung, Vincent Vega dan Rock n Roll Mafia serta penampilan khusus dari Joko Anwar feat. Mantra. Masih dari acara Superbad Scandal! di Jaya Pub Thamrin Jakarta.

note:
Sebenernya RNRM main setelah White Shoes an The Couples Company, tapi karena foto2 RNRM banyak yang gagal karena low light vs lens kit (alamak..!!) dan monoton karena mulai sulit mencari posisi jadinya saya gabung kesini. Sorry ya..

Foto2 WSATCC akan saya upload di album tersendiri.

Wednesday, December 3, 2008

Superbad Scandal! - The Snapshots




Mereka-mereka yang hadir di acara Superbad Scandal hari minggu yang lalu di Jaya Pub Thamrin. These are special for you..

Monday, December 1, 2008

WBA - Music Sounds Better With You




Alright. It looked like the preparation had already been done. Then I hear a voice from an announcer... "bla bla bla.. Please welcome The Whitest Boy Alive..!!!". The people went closer to the stage. Lucky me, i've been standing in the front of stage since the beginning of the gigs, so there's no need for me to rush. My friend Oxal is ready with her camera, so am i. We are using Nikon D40 with 55-200mm VR. That's the best lens we have for capturing image that night. It supposed to be a lens with multi range so we can adjust its wide and tele to the stage, but unfortunately we don't have it. A lens with large aperture (small f/number) is a must to ensure a good image is captured in a low light condition. Maximum aperture in this lens is f/4. I hope the VR technology can give us better image in this condition. My new friend, Dimas, is also ready with Canon and alredy handed fix lens 50mm in his hand. he is a journalist from www.jakartaconcerts.com. He also wrote a review about this gigs. Well, let's talk about that later, hehe. Let's go to the stage..

Erlend Oye (vocal and guitar), Marcin Öz (bass), Sebastian Maschat (drums), and Daniel Nentwig (Rhodes & Crumar) are entering the stage and taking their position, setting up their instruments for a little while. Big applause from the crowd and then Erlend greet them. they're playing the first song, Can You Keep a Secret. As i seen in his last performance in Bandung (when Kings Of Convenience performed in 2006 at Bandung), Erlend is so friendly and communicative with the audience. Once he asked us, "Does anybody here come from Bandung? The people from Bandung then scream "Yeahhh".. including me, haha, and so does when he asked the people from Yogya and Jakarta.

I forgot the set list, it's my bad. I was too focus with my camera so i didn't get the song's in sequence manner. But i remember some songs were played that night. They played Inflation, Golden Cage and Fireworks. Fireworks sound special for us because Erlend said that they just made a new arrangement during check sound and it's special for Jakarta's audience and the crowd was listening enthusiastically. I can't describe how the sound was, but it sounds like they put more reggae on the song. And then they played Burning, i think this is the song that audience familiar with. We sing along together, it's so fun when Erlend gave his line to be sung by us.

WBA also played some new songs from their upcoming album. I hope they can release it within next year. I put my camera down for a while when Erlend strummed his guitar that lead them to my fave song, Don't Give Up. Then Marcin and Sebastian followed smoothly with bass and cymbal. Daniel backed up the harmony with his rhodes. It was so nice. The crowd also knew this song so we sing together again.

In the last minutes the band is going crazy. I thought Daniel is a calm guy. But somehow he leave his keyboard to dance around the stage, play around Sebastian's drum, back to his place and O My God.. he stand above his Rhodes and dance there. Hahaha.. It was so exciting. All of my pic were out of focus at that time because i can't stand laughing. Erlend made some unbelievable moves too. He put his guitar, went down from the stage, and he jumped off from the fence into the crowd. He kept dance in the middle of the crowd until Marcin called him.. "Mr. Erlend Oye please come back to the stage.. we need you to finish the song..".. hahaha.. cmiiw that's what i heard.

They also played cover song of Stardust, The Music Sounds Better With You. Erlend introduced his friend within the lyric, "Hey Sebastian, Feels like the drum sounds better with you.." and so on. And the he sing "Hey Jakarta, Feels like the music sounds better with you.." Owwh.. and the crowd so hysteric to heard that.

Finally, The show end after about one and a half hours. It brings so much memory for me.. It was a terrific night. Thank You so much The Whitest Boy Alive. The music sounds better with you.

I dedicate this album to The WBA, the fans, everybody who came to the gigs and all my fiends who cannot come to see them.. For Marcin, Sebastian and Daniel, I'm so sorry if your pics are not as many as Erlend.

See you in the next gigs, Come again to Indonesia..

Update Note:
Here is the setlist.. Thank You Dimas..

1. Can You Keep A Secret? -new song-
2. Courage -new song-
3. Inflation
4. Golden Cage
5. You've Got To Show Me Love (Robin S Cover)
6. Fireworks
7. Done With You
8. -new song- dunno the title
9. Above You
10. Burning
11. Don't Give Up
12. The Music Sounds Better With You (Stardust Cover)
13. Borders

Beat Fest 2008 - Opening Act




Akhirnya hari yang ditunggu2 itu datang juga.. Setelah menjadi pemesan tiket pertama di Aksara Kemang begitu ticket box dibuka saya selalu berdoa supaya tidak ada kejadian apa2 yang menyebabkan acara ini batal atau saya yang berhalangan hadir ke acara ini. Banyak teman-teman saya yang tidak bisa menghadiri acara ini dengan berbagai alasan. Dari yang gak dapet izin dari istri ampe yang duit buat tiketnya malah dibeliin celana. Teman-teman yang hadir malam itu hanya Dessy, Oxal, Dimas dan kakaknya Dimas, Dita (thanx ralatnya Des.. :p)

Nama besar yang dijual oleh panitia adalah DJ Steve Aoki dan The Whitest Boy Alive. Berhubung saya tidak terlalu menyukai suasana yang bakal terjadi jika menonton Steve Aoki nanti, maka saya fokuskan tujuan saya untuk menonton The Whitest Boy Alive (WBA). Akan ada sesi khusus untuk mereka nanti di album berikutnya.

Band-band lokal yang tampil sebagai pengisi acara malam ini juga cukup menarik. Band yang tampil sebagai pembuka malam itu adalah Efek Rumah Kaca. Pada saat saya tiba mereka sudah memainkan sekitar dua lagu. Ada beberapa lagu baru yang diperdengarkan dan ada berita bagus untuk seluruh penggemar ERK bahwa pada bulan Desember ini mereka akan launching album kedua. Tunggu saja tanggalnya. Selanjutnya hadir Santamonica yang tampil all out dengan segala equipment-nya dari instrumen musik hingga kostum yang dikenakan. Saya yang baru pertama kali menonton Santamonica di panggung besar dibuat terkesan oleh penampilan mereka. Band ketiga yang tampil adalah Goodnight Electric. Sangat menyenangkan bisa menonton kembali aksi Oom Leo dan kawan-kawan yang sudah lama tidak saya saksikan.

Seusai Goodnight Electric saya menunggu dengan sabar penampilan Band yang paling saya tunggu-tunggu. Para kru menyiapkan alat-alat dan sedikit berbeda dengan setting tempat band2 pembuka lainnya, posisi tempat WBA manggung berada lebih dekat dengan penonton. It's gonna be great!!..

bersambung...

Sunday, November 23, 2008

ALKATraz to Solo-Yogya 3


IR palsu.. tadinya agak berlebihan waktu olah digital tapi saya suka warnanya.

Perjalanan wisata kami di Solo dan Yogya yang sangat singkat itu berakhir pada hari minggu pagi di Stasiun Tugu, Yogya. Saya dan teman2 menggunakan kereta Argo Lawu jam keberangkatan pukul 8.50 pagi. Saya duduk di gerbong kedua paling belakang. Rasanya kesempatan bagus buat hunting colongan dari pintu belakang gerbong yang paling bontot, seperti yang saya lakukan pada waktu pulang ke Bandung dengan kereta beberapa waktu yang lalu.

Saat teman2 mulai terlelap saya berjalan2 ke gerbong paling belakang untuk melihat kemungkinan bisa tidaknya saya memotret. Dan saya cukup beruntung ketika mendapati pintu belakang gerbong yang biasanya terkunci rapat kali ini dalam kondisi tidak dapat dikunci. Sebenarnya hal ini sangat berbahaya dari sisi safety, tapi kesempatan tidak datang dua kali, hehe. Jadilah saya kembali kebangku untuk mengambil kamera dari tas dan menuju ke gerbong paling belakang.

Teman-teman pun satu persatu bergabung di gerbong belakang dan ikut mengambil gambar. Beberapa orang penumpang lain yang tidak kami kenal juga ikut ambil bagian. Suasana menjadi ramai. Kegiatan sempat terhenti sejenak untuk makan siang, dan pada saat makan siang itu saya melewatkan spot2 yang sebenarnya sangat bagus untuk diabadikan. posisinya kalo tidak salah beberapa stasiun setelah Purwokerto.

Inilah hasil yang bisa saya upload disini, fotonya adalah pemandangan disekitar rel dibelakang kereta yang sedang berjalan atau ketika singgah di stasiun. Pemandangan kiri dan kanan kereta di beberapa lokasi cukup menarik juga, sayang kabel listrik yang rendah banyak mengganggu (foto2nya tidak saya upload.. butut pisan :p). Kritik dan sarannya tetap ditunggu supaya hasil selanjutnya bisa lebih baik lagi.

Sampai jumpa lagi Solo dan Yogya..

Sunday, November 16, 2008

Everybody Loves Irene @ Suicide Is Rock




Salah lensa!!! itu kata pertama yang terucap dari mulut saya ketika melihat lokasi acara Suicide is Rock di Brewww cafe lantai 2 di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. ya.. pake lensa 55-200 udah berdiri jauh dari tempat main band2 itu masih tetep gak bisa dapet lebarnya, makanya disini gak ada foto full band lagi beraksi. Cahaya yang sangat kurang juga cukup merepotkan waktu pake zoom. Sorry kalo hasilnya kurang optimal.. Sebagian besar seperti biasa saya bikin jadi b/w karena saya pake flash dan warnanya kurang begitu menarik buat saya.

Ada 3 foto Elemental Gaze dan sisanya foto ELI. Band pertama hasil fotonya busuk semua.. sorry Gan..Sementara band terakhir yaitu Marche La Void tidak sempat saya tonton karena udah malem banget dan besoknya mesti ngantor, jadi saya pulang duluan sebelum acara selesai. Secara umum acaranya asik, dengan sound yang minimalis tapi band2 yang ada berusaha tampil maksimal. Volume berlebih atau distorsi yang terjadi masih bisa ditolerir dan saya masih bisa menikmati musiknya.