Showing posts with label nikond40. Show all posts
Showing posts with label nikond40. Show all posts

Thursday, July 9, 2009

Sheeta @ Museum Bank Mandiri




Inilah sedikit hasil dari acara ID-Nikon D40 di Museum Bank Mandiri hari Minggu (5/7/2009) yang lalu. Model yang sempat terfokus hanya Sheeta saja, mungkin karena penasaran mencari fokus.. maklum lensanya gak bisa autofokus di kamera saya.. Satu-satunya foto Citra diambil waktu (kebetulan) ngintil di belakang Mpu (foto sejenis ada di multiplynya)..

Kesimpulan akhir.. masih perlu banyak berlatih lagi.. baik dari segi komposisi, pengaturan flash dan setting white balance serta post processing di komputer.. kritik dan saran selalu saya tunggu..

Terimakasih kepada EO-Rizki n Binbin, Sheeta dan Citra selaku model, teman2 id-D40, Museum Bank Mandiri, Rizki lagi untuk pinjaman flash Yin Yan-nya.. walaupun baru pertama kali foto pake eksternal flash dan belum bisa settingnya tapi kehadirannya sangat membantu sekali.. dan terimakasih juga keada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini (weleh.. bahasanya cem artis yang menang piala citra aja.. :p)

Maaf teman2 Rizki yang datang sore hari gak sempet difoto juga.. matanya udah keburu teler.. sempet ikutan Ibu EO motoin prewed tapi hasilnya ancur2an..

Gear:
Nikon D40
Lens Nikoor AFD 50mm f/1.8
Flash YN (dipakai sesuai kebutuhan..)

Sunday, January 11, 2009

Kawah Putih Narcist Edition




Di akhir liburan tahun baru lalu kami berlima berjalan-jalan ke kawah putih, Ciwidey. Niatnya memang untuk mengambil foto2 disekitar sana. Saya, Arya, Fajar, Ersa dan Eko berkumpul di kampus sekitar pukul setengah 7 pagi. Sudah lama saya tidak berangkat pagi dari rumah di lembang. Bangun pagi-pagi disaat liburan, apalagi hari sabtu memang sangat berat. Apalagi malamnya saya tidur cukup larut. Saya harus membungkus kado, dan untuk laki-laki seperti saya, membungkus kado yang tampak sederhana seperti itu saja memakan waktu satu jam lebih.. lipat lagi, bongkar lagi.. begitu terus.. Akhirnya beres juga jam satu lebih. Saya bergegas tidur dan dibangunkan oleh Ibu jam 5 kurang seperempat. Mandi, solat subuh lalu menyalakan motor dan meluncur ke kampus.

Di kampus sudah menunggu Fajar dan Arya. Ersa masih di ruang KMKL dan Eko juga masih di parkir motor. Setelah semua berkumpul kami semua berangkat menggunakan mobil Arya. Perjalanan dari Dago menuju Ciwidey memakan waktu kurang lebih satu setengah jam. Arus lalulintas sedikit tersendat di pasar Kopo dan Pasar Ciwidey, sudah tradisi memang kalau didaerah itu selalu macet, untunglah kalau weekend tingkat kemacetannya tidak separah hari kerja. Sudah 5 tahun saya tidak bermain-main ke daerah Bandung Selatan dan hari ini adalah kesempatan bagus untuk bernostalgia. Ditemani lagu2 The Killers dari ipod Arya saya mengamati pemandangan sepanjang jalan tidak terlalu banyak berubah. Jalan Bandung-Ciwidey pun kondisinya masih cukup bagus.

Kami tiba di Area Kawah Putih pada pukul 9 pagi. Cuaca cukup cerah namun hawa terasa cukup dingin khas daerah pegunungan ditambah dengan bau belerang. Saya sudah cukup terbiasa dengan udara ini mengingat rumah saya tidak terlalu jauh dari Tangkuban Parahu. Layaknya wisatawan yang lain, kami pun berfoto2 disana. Baik foto-foto seperti ini maupun fokus pada objek pemandangan disekitar Kawah Putih (akan saya upload di album terpisah). Disana kami juga bertemu dengan teman2 lain yang juga berwisata kesana. Ada Enno da Niggah yang katanya sedang membuat foto pre wed untuk temannya.

Putar-putar disekitar kawah berlanjut hingga puas dan waktu menunjukkan pukul 1 siang. Matahari yang membakar kulit terbias oleh dinginnya hawa pegunungan. Kulit baru terasa perih ketika beristirahat. Setelah beristirahat sebentar kami bertolak ke Bandung. Eko membeli strawberry dan terong belanda untuk oleh-oleh dirumahnya. Yang lain minta sama Eko, hehehe, dasar ogah rugi. TIba kembali di Bandung jam 3 kurang, kami menuju nasi timbel istiqomah untuk melepas lapar. Menu yang nyunda dengan harga relatif murah sepertinya cocok untuk mengakhiri wisata kami sore itu. Kami sengaja tidak makan di lokasi karena menurut pengalaman biasanya harganya mahal dan rasanya kurang. Akhirnya kami semua kembali ke kampus jam 5 sore. beristirahat sebentar di KMKL, bertukar foto dan pulang ke rumah. It was a nice holiday friends..

Note:
Sebagian foto di album ini diambil dari kamera Ersa. Beberapa foto juga ada yang diambil oleh Eko.
Perlengkapan: Nikon D40 kit 18-55mm, Nikkor 55-200 VR, tripod, filter CPL dan IR.

Friday, December 5, 2008

Superbad Scandal! - WBA




Kehadiran Erlend Oye dan kawan-kawan WBA di Jaya Pub malam itu membuat saya dan teman2 kaget karena menurut gosip yang beredar mereka sudah berlibur ke Bandung atau ke Yogya seiring keberangkatan Steve Aoki ke Bandung. Mulanya Erlend muncul berdua bersama Marcin. Kami mulai ribut. Waktu itu yang tampil masih DJ Zeke. Sambil memotret Zeke saya dan teman2 mendekati Erlend dan setelah sedikit berdiskusi akhirnya saya beranikan diri untuk Sok kenal sok dekat ama doi. Sedikit membahas tentang penampilan semalam, saya bilang padanya kalo penampilan mereka luar biasa. Lalu saya menanyakan dua teman yang lan, Daniel dan Sebastian. "Oh, mereka pasti akan kemari." ujar Erlend. Tentu saja dalam bahasa inggris, bukan bahasa jawa. Dari bincang-bincang singkat itu saya beranikan diri untuk mengajaknya foto bersama. Sayang fotonya gak ada di kamera saya jadi gak bisa ditunjukin, dan gak penting juga kali ya..

Ada satu kejutan besar di akhir acara ini, yaitu ketika RNRM baru memainkan sekitar 3-4 lagu, mereka mengatakan lagu tersebut adalah lagu terakhir mereka karena setelah mereka akan tampil band dari luar yang namanya sudah tidak asing lagi. Ya siapa lagi kalau bukan The Whitest Boy Alive. Setelah RNRM mengakhiri set listnya dengan lagu Translove, satu demi satu personil WBA maju ke panggung. Mereka meminjam alat2 White Shoes and The Couples Company karena memang (mungkin) mereka tidak berniat bermain disana. Entah angin apa yang membuat mereka mau menyumbangkan beberapa lagu, walaupun tidak sebanyak set list mereka waktu di Bengkel.

Suatu kesenangan tersendiri bagi mereka yang hadir pada malam itu dan melewatkan penampilan WBA di Bengkel Night. Euforia berganda bagi orang seperti saya yang nonton mereka dua kali. Asa diulangtaunkeun lamun ceuk kolot baheula mah (carilah penerjemah bahasa sunda terdekat di kota anda untuk menyakan arti kalimat barusan).

Lagu pertama adalah Burning yang disambut meriah oleh penonton, disusul oleh Golden Cage. Lagu berikutnya saya kurang hafal karena lagu baru mereka dari album keduanya yang menurut Erlend akan dirilis pada bulan Maret tahun 2009. Kita tunggu saja, mudah2an tidak berselang setelah itu album KoC-nya juga rampung. Acara akhirnya selesai dan semua pulang dengan hati puas.. dan sebagian lain pusing memikirkan bagaimana cara pulang ke rumah karena sudah lewat jam 12 malam, rumahnya jauh dan tidak bawa kendaraan.

Terimakasih sekali lagi WBA. It brings me so much memory... To keep the memory i would like to post these pictures.. They're so close..

Superbad Scandal! - WSATCC




Sesuai janji saya, sekarang album khusus untuk Whiteshoes and The Couples Company. Seperti biasa mereka tampil atraktif dan all out. Foto2 ini juga mengobati kekecewaan saya yang gagal mengambil dokumentasi waktu mereka manggung di Kemang beberapa waktu lalu sebelum bertolak ke USA. Dari posisi saya di pub sangat sulit untuk memoto Tuan John, Tuan Rio dan Nyonya Mela. Tuan Ricky juga pas didepan saya banget. Jadi sepertinya foto2nya didominasi oleh Nona Sari dan Tuan Saleh. Silakan.. Superbad Scandal masih belum usai, ada satu kejutan lagi.

Nge-blog dikit ah.. Kesimpulan dari foto2 yang saya ambil dalam kondisi low light ada tiga. Pertama saya harus meningkatkan skill untuk mengoptimalkan gear yang saya punya agar bisa memotret dalam kondisi ini. Kedua, membeli lensa bukaan lebar dengan motor di lensa. Ketiga adalah membeli kamera dengan motor di body. Yang paling mungkin dipenuhi sih ya cuma opsi pertamax, soalnya itu solusi paling mursidah.. yang lainnya mahil.. Terus berlatih!!..

Monday, December 1, 2008

WBA - Music Sounds Better With You




Alright. It looked like the preparation had already been done. Then I hear a voice from an announcer... "bla bla bla.. Please welcome The Whitest Boy Alive..!!!". The people went closer to the stage. Lucky me, i've been standing in the front of stage since the beginning of the gigs, so there's no need for me to rush. My friend Oxal is ready with her camera, so am i. We are using Nikon D40 with 55-200mm VR. That's the best lens we have for capturing image that night. It supposed to be a lens with multi range so we can adjust its wide and tele to the stage, but unfortunately we don't have it. A lens with large aperture (small f/number) is a must to ensure a good image is captured in a low light condition. Maximum aperture in this lens is f/4. I hope the VR technology can give us better image in this condition. My new friend, Dimas, is also ready with Canon and alredy handed fix lens 50mm in his hand. he is a journalist from www.jakartaconcerts.com. He also wrote a review about this gigs. Well, let's talk about that later, hehe. Let's go to the stage..

Erlend Oye (vocal and guitar), Marcin Öz (bass), Sebastian Maschat (drums), and Daniel Nentwig (Rhodes & Crumar) are entering the stage and taking their position, setting up their instruments for a little while. Big applause from the crowd and then Erlend greet them. they're playing the first song, Can You Keep a Secret. As i seen in his last performance in Bandung (when Kings Of Convenience performed in 2006 at Bandung), Erlend is so friendly and communicative with the audience. Once he asked us, "Does anybody here come from Bandung? The people from Bandung then scream "Yeahhh".. including me, haha, and so does when he asked the people from Yogya and Jakarta.

I forgot the set list, it's my bad. I was too focus with my camera so i didn't get the song's in sequence manner. But i remember some songs were played that night. They played Inflation, Golden Cage and Fireworks. Fireworks sound special for us because Erlend said that they just made a new arrangement during check sound and it's special for Jakarta's audience and the crowd was listening enthusiastically. I can't describe how the sound was, but it sounds like they put more reggae on the song. And then they played Burning, i think this is the song that audience familiar with. We sing along together, it's so fun when Erlend gave his line to be sung by us.

WBA also played some new songs from their upcoming album. I hope they can release it within next year. I put my camera down for a while when Erlend strummed his guitar that lead them to my fave song, Don't Give Up. Then Marcin and Sebastian followed smoothly with bass and cymbal. Daniel backed up the harmony with his rhodes. It was so nice. The crowd also knew this song so we sing together again.

In the last minutes the band is going crazy. I thought Daniel is a calm guy. But somehow he leave his keyboard to dance around the stage, play around Sebastian's drum, back to his place and O My God.. he stand above his Rhodes and dance there. Hahaha.. It was so exciting. All of my pic were out of focus at that time because i can't stand laughing. Erlend made some unbelievable moves too. He put his guitar, went down from the stage, and he jumped off from the fence into the crowd. He kept dance in the middle of the crowd until Marcin called him.. "Mr. Erlend Oye please come back to the stage.. we need you to finish the song..".. hahaha.. cmiiw that's what i heard.

They also played cover song of Stardust, The Music Sounds Better With You. Erlend introduced his friend within the lyric, "Hey Sebastian, Feels like the drum sounds better with you.." and so on. And the he sing "Hey Jakarta, Feels like the music sounds better with you.." Owwh.. and the crowd so hysteric to heard that.

Finally, The show end after about one and a half hours. It brings so much memory for me.. It was a terrific night. Thank You so much The Whitest Boy Alive. The music sounds better with you.

I dedicate this album to The WBA, the fans, everybody who came to the gigs and all my fiends who cannot come to see them.. For Marcin, Sebastian and Daniel, I'm so sorry if your pics are not as many as Erlend.

See you in the next gigs, Come again to Indonesia..

Update Note:
Here is the setlist.. Thank You Dimas..

1. Can You Keep A Secret? -new song-
2. Courage -new song-
3. Inflation
4. Golden Cage
5. You've Got To Show Me Love (Robin S Cover)
6. Fireworks
7. Done With You
8. -new song- dunno the title
9. Above You
10. Burning
11. Don't Give Up
12. The Music Sounds Better With You (Stardust Cover)
13. Borders

Beat Fest 2008 - Opening Act




Akhirnya hari yang ditunggu2 itu datang juga.. Setelah menjadi pemesan tiket pertama di Aksara Kemang begitu ticket box dibuka saya selalu berdoa supaya tidak ada kejadian apa2 yang menyebabkan acara ini batal atau saya yang berhalangan hadir ke acara ini. Banyak teman-teman saya yang tidak bisa menghadiri acara ini dengan berbagai alasan. Dari yang gak dapet izin dari istri ampe yang duit buat tiketnya malah dibeliin celana. Teman-teman yang hadir malam itu hanya Dessy, Oxal, Dimas dan kakaknya Dimas, Dita (thanx ralatnya Des.. :p)

Nama besar yang dijual oleh panitia adalah DJ Steve Aoki dan The Whitest Boy Alive. Berhubung saya tidak terlalu menyukai suasana yang bakal terjadi jika menonton Steve Aoki nanti, maka saya fokuskan tujuan saya untuk menonton The Whitest Boy Alive (WBA). Akan ada sesi khusus untuk mereka nanti di album berikutnya.

Band-band lokal yang tampil sebagai pengisi acara malam ini juga cukup menarik. Band yang tampil sebagai pembuka malam itu adalah Efek Rumah Kaca. Pada saat saya tiba mereka sudah memainkan sekitar dua lagu. Ada beberapa lagu baru yang diperdengarkan dan ada berita bagus untuk seluruh penggemar ERK bahwa pada bulan Desember ini mereka akan launching album kedua. Tunggu saja tanggalnya. Selanjutnya hadir Santamonica yang tampil all out dengan segala equipment-nya dari instrumen musik hingga kostum yang dikenakan. Saya yang baru pertama kali menonton Santamonica di panggung besar dibuat terkesan oleh penampilan mereka. Band ketiga yang tampil adalah Goodnight Electric. Sangat menyenangkan bisa menonton kembali aksi Oom Leo dan kawan-kawan yang sudah lama tidak saya saksikan.

Seusai Goodnight Electric saya menunggu dengan sabar penampilan Band yang paling saya tunggu-tunggu. Para kru menyiapkan alat-alat dan sedikit berbeda dengan setting tempat band2 pembuka lainnya, posisi tempat WBA manggung berada lebih dekat dengan penonton. It's gonna be great!!..

bersambung...

Sunday, November 23, 2008

ALKATraz to Solo-Yogya 3


IR palsu.. tadinya agak berlebihan waktu olah digital tapi saya suka warnanya.

Perjalanan wisata kami di Solo dan Yogya yang sangat singkat itu berakhir pada hari minggu pagi di Stasiun Tugu, Yogya. Saya dan teman2 menggunakan kereta Argo Lawu jam keberangkatan pukul 8.50 pagi. Saya duduk di gerbong kedua paling belakang. Rasanya kesempatan bagus buat hunting colongan dari pintu belakang gerbong yang paling bontot, seperti yang saya lakukan pada waktu pulang ke Bandung dengan kereta beberapa waktu yang lalu.

Saat teman2 mulai terlelap saya berjalan2 ke gerbong paling belakang untuk melihat kemungkinan bisa tidaknya saya memotret. Dan saya cukup beruntung ketika mendapati pintu belakang gerbong yang biasanya terkunci rapat kali ini dalam kondisi tidak dapat dikunci. Sebenarnya hal ini sangat berbahaya dari sisi safety, tapi kesempatan tidak datang dua kali, hehe. Jadilah saya kembali kebangku untuk mengambil kamera dari tas dan menuju ke gerbong paling belakang.

Teman-teman pun satu persatu bergabung di gerbong belakang dan ikut mengambil gambar. Beberapa orang penumpang lain yang tidak kami kenal juga ikut ambil bagian. Suasana menjadi ramai. Kegiatan sempat terhenti sejenak untuk makan siang, dan pada saat makan siang itu saya melewatkan spot2 yang sebenarnya sangat bagus untuk diabadikan. posisinya kalo tidak salah beberapa stasiun setelah Purwokerto.

Inilah hasil yang bisa saya upload disini, fotonya adalah pemandangan disekitar rel dibelakang kereta yang sedang berjalan atau ketika singgah di stasiun. Pemandangan kiri dan kanan kereta di beberapa lokasi cukup menarik juga, sayang kabel listrik yang rendah banyak mengganggu (foto2nya tidak saya upload.. butut pisan :p). Kritik dan sarannya tetap ditunggu supaya hasil selanjutnya bisa lebih baik lagi.

Sampai jumpa lagi Solo dan Yogya..