Di akhir liburan tahun baru lalu kami berlima berjalan-jalan ke kawah putih, Ciwidey. Niatnya memang untuk mengambil foto2 disekitar sana. Saya, Arya, Fajar, Ersa dan Eko berkumpul di kampus sekitar pukul setengah 7 pagi. Sudah lama saya tidak berangkat pagi dari rumah di lembang. Bangun pagi-pagi disaat liburan, apalagi hari sabtu memang sangat berat. Apalagi malamnya saya tidur cukup larut. Saya harus membungkus kado, dan untuk laki-laki seperti saya, membungkus kado yang tampak sederhana seperti itu saja memakan waktu satu jam lebih.. lipat lagi, bongkar lagi.. begitu terus.. Akhirnya beres juga jam satu lebih. Saya bergegas tidur dan dibangunkan oleh Ibu jam 5 kurang seperempat. Mandi, solat subuh lalu menyalakan motor dan meluncur ke kampus.
Di kampus sudah menunggu Fajar dan Arya. Ersa masih di ruang KMKL dan Eko juga masih di parkir motor. Setelah semua berkumpul kami semua berangkat menggunakan mobil Arya. Perjalanan dari Dago menuju Ciwidey memakan waktu kurang lebih satu setengah jam. Arus lalulintas sedikit tersendat di pasar Kopo dan Pasar Ciwidey, sudah tradisi memang kalau didaerah itu selalu macet, untunglah kalau weekend tingkat kemacetannya tidak separah hari kerja. Sudah 5 tahun saya tidak bermain-main ke daerah Bandung Selatan dan hari ini adalah kesempatan bagus untuk bernostalgia. Ditemani lagu2 The Killers dari ipod Arya saya mengamati pemandangan sepanjang jalan tidak terlalu banyak berubah. Jalan Bandung-Ciwidey pun kondisinya masih cukup bagus.
Kami tiba di Area Kawah Putih pada pukul 9 pagi. Cuaca cukup cerah namun hawa terasa cukup dingin khas daerah pegunungan ditambah dengan bau belerang. Saya sudah cukup terbiasa dengan udara ini mengingat rumah saya tidak terlalu jauh dari Tangkuban Parahu. Layaknya wisatawan yang lain, kami pun berfoto2 disana. Baik foto-foto seperti ini maupun fokus pada objek pemandangan disekitar Kawah Putih (akan saya upload di album terpisah). Disana kami juga bertemu dengan teman2 lain yang juga berwisata kesana. Ada Enno da Niggah yang katanya sedang membuat foto pre wed untuk temannya.
Putar-putar disekitar kawah berlanjut hingga puas dan waktu menunjukkan pukul 1 siang. Matahari yang membakar kulit terbias oleh dinginnya hawa pegunungan. Kulit baru terasa perih ketika beristirahat. Setelah beristirahat sebentar kami bertolak ke Bandung. Eko membeli strawberry dan terong belanda untuk oleh-oleh dirumahnya. Yang lain minta sama Eko, hehehe, dasar ogah rugi. TIba kembali di Bandung jam 3 kurang, kami menuju nasi timbel istiqomah untuk melepas lapar. Menu yang nyunda dengan harga relatif murah sepertinya cocok untuk mengakhiri wisata kami sore itu. Kami sengaja tidak makan di lokasi karena menurut pengalaman biasanya harganya mahal dan rasanya kurang. Akhirnya kami semua kembali ke kampus jam 5 sore. beristirahat sebentar di KMKL, bertukar foto dan pulang ke rumah. It was a nice holiday friends..
Note:
Sebagian foto di album ini diambil dari kamera Ersa. Beberapa foto juga ada yang diambil oleh Eko.
Perlengkapan: Nikon D40 kit 18-55mm, Nikkor 55-200 VR, tripod, filter CPL dan IR.