Monday, January 4, 2010

Seputar Braga Festival


Suasana lalu lalang di sekitar Braga Festival

Saya berkesempatan mengunjungi Braga Festival pada hari terakhir penyelenggaraannya, tanggal 30 Desember 2009 yang lalu. Berangkat dari Jakarta pukul 9 pagi, saya dan istri tiba di Bandung sekitar pukul 12 siang, kemudian mampir dulu ke rumah Uwa untuk mengambil motor. Siang itu hujan turun dengan manis manja, deras segan berhenti tak mau. Namun demikian tekad sudah bulat karena saya ingin menonton penampilan band The Panas Dalam yang selalu tampil atraktif dengan maupun tanpa Pak Haji Pidi Baiq (akan saya posting di album selanjutnya).

Akhirnya saya tiba di sana dengan selamat, motor saya parkir di Braga Citiwalk, mal yang konon kabarnya merupakan tempat yang tepat buat selingkuh.. apeuuu.. Suasana di Braga Festival kali ini kurang lebih sama dengan tahun kemarin. Stand-stand pangan dan sandang berbaris sesuai tempatnya. Ada pula stand-stand benda seni, kantor pemerintahan, pos, hingga cocooan budak (mainan anak).

Orang-orang mulai memadati arena ketika hujan mulai berhenti. Saya berhenti sejenak di panggung utama untuk menyaksikan penampilan The Panas Dalam. Setelah itu saya berkeliling-keliling melihat-lihat stand yang ada. Setelah salat maghrib saya melanjutkan perjalanan menuju Dago untuk berkumpul bersama teman-teman.

Acara Braga Festival kali ini secara umum biasa saja, mungkin pengemasannya harus disiasati supaya lebih menarik lagi. Satu hal yang penting, kampanya kebersihan yang selalu disampaikan oleh panitia sebaiknya diikuti dengan ketersediaan fasilitas pembuangan sampah yang memadai. Saya melihat sampah masih banyak berserakan di sepanjang jalan, namun saya juga jarang sekali menemukan tempat sampah. Semoga tahun depan Braga Festival semakin baik lagi.

Seperti biasa, sedikit foto hasil dari jalan-jalan di sana.. Memotret di jalanan seperti ini kadang membuat saya bersyukur bahwa Alloh telah memberi saya hidup yang cukup baik, bahwa di sana masih banyak orang-orang yang kondisinya secara ekonomi serba kekurangan. Namun saya kagum kepada mereka karena dibalik kerasnya hidup mereka tetap berusaha sekuat tenaga dan masih tetap tersenyum.

Sunday, January 3, 2010

Lunar Eclipse on New Year's Day




Bunyi terompet dan petasan di malam tahun baru itu berubah menjadi gema takbir. Tadinya saya lupa kalau sekitar jam dua dini hari itu terjadi gerhana bulan sebagian yang dapat disaksikan di wilayah Indonesia, tapi takbir itu mengingatkan saya. Segeralah saya mengambil perlengkapan untuk memoto. Tak lupa saya mengenakan jaket tebal dan kupluk karena suhu udara di Lembang saat itu sedang dingin-dinginnya.

Hanya ada satu foto, soalnya dingin banget, jadi gak bisa mengikuti dari awal sampai akhir gerhana.. next time better..

Monday, December 21, 2009

Debu @ Gedung Kesenian Jakarta 2009




Akhirnya sempet juga memilih, edit dan upload foto-foto Debu yang tampil di acara Word Music Festival IV yang bertempat di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 12 Desember 2009. Terimakasih buat Om Temmy yang sudah mengundang saya dan memberikan kesempatan untuk mengambil foto-foto ini. Ada juga Krishna dan Eko yang ikut bergabung untuk mengabadikan pertunjukan ini.

Saya sangat terkesan dengan penampilan Debu pada malam itu. Ini adalah konser pertama mereka yang saya saksikan langsung. Sebelumnya saya hanya sebatas menonton di televisi saja. Kemampuan masing-masing personilnya sungguh patut diacungi jempol. Musik yang mereka bawakan betul-betul menghanyutkan saya ke dalam suatu suasana yang tenang dan damai. Sayang saya tidak terlalu mencermati lirik-liriknya karena harus membagi konsentrasi untuk memotret. Yang pasti lirik2 lagu mereka selalu bernuansa religius, baik itu nasihat, pujian kepada Allah maupun tentang cinta dari hamba kepada sang Khalik. Saya pikir lirik2nya banyak terinspirasi dari dunia sufi.

Sekitar kurang lebih 2 jam Debu menyajikan lagu-lagu mereka yang luar biasa. Jika ada kesempatan saya ingin menyaksikan kembali penampilan mereka.

Monday, December 7, 2009

Efek Rumah Kaca @ Green Fest 2009




Penampilan Efek Rumah Kaca pada acara ini terlambat sekitar kurang lebih setengah jam. Entah apa penyebabnya. Mungkin hujan lebat pada siang hari menyebabkan rangkaian acara tidak berjalan sebagaimana mestinya. Namun demikian para penggemar setia ERK sudah menunggu di depan panggung dengan sabar. Malam itu ERK membawakan kurang lebih 8 buah lagu. Saya kurang hapal set listnya, bahkan mereka sendiri tidak sempat menulis set list untuk acara ini karena mereka juga baru tiba dari Bandung untuk mengisi salah satu acara pensi di lapang Saparua.

Beberapa lagu yang saya ingat adalah lagu yang berjudul nama mereka sendiri, yaitu Efek Rumah Kaca. Lagu ini jarang dibawakan di gigs-gigs mereka selama ini, mungkin mereka membawakannya karena tema lagu yang diusung sesuai dengan tema acara Green Fest 2009. Selain itu ada juga Di Udara, Mosi Tidak Percaya dan beberapa lagu lain sebelum ditutup dengan lagu favorit istri saya, Desember.

Penonton tidak terlalu padat sehingga pergerakan saya di sekitar panggung cukup leluasa, mudah2an gak ada yang terblocking terlalu lama. Sedikit menyesal karena hanya membawa satu lensa sehingga tidak bisa mengeksplore wide angle, namun saya bisa lebih fokus untuk berlatih manual fokus. Maklum, lensanya di kamera saya gak bisa AF. Selamat menikmati foto-fotonya. Kriik dan saran selalu saya harapkan. See you on the next gigs.

Gear:
Nikon D40
Nikkor AF 50mm f/1.8 D
Editing dengan Capture NX 2 untuk post-process, ACDSee untuk resize and crop dan FotoFusion untuk kolase.

Saturday, December 5, 2009

Green Fest 2009 feat Benny and Mice




Akhirnya saya kembali hadir di Green Fest tahun ini, sebenarnya sedikit malas karena hari itu hujan, namun istri tetap mengajak karena ingin menonton Efek Rumah Kaca. Kami berangkat ba'da maghrib ketika hujan sudah mulai reda, dan tiba di lokasi pukul 7-an.. Sebelum menonton ERK saya sempatkan berkeliling di acara yang mengusung tema hemat energi dan pelestarian lingkungan ini. Berikut ini sedikit foto sebelum kami menonton ERK.. Banyak foto-foto kartun Beny dan Mice dengan gaya khas mereka, ya, karena saya adalah fans mereka dan lumayan rajin mengikuti tindak-tanduk mereka di Kompas minggu sehingga saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.. Stand-stand yang cukup lengang membuat saya cukup leluasa untuk mengambil gambar-gambar ini.