Monday, December 21, 2009

Debu @ Gedung Kesenian Jakarta 2009




Akhirnya sempet juga memilih, edit dan upload foto-foto Debu yang tampil di acara Word Music Festival IV yang bertempat di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 12 Desember 2009. Terimakasih buat Om Temmy yang sudah mengundang saya dan memberikan kesempatan untuk mengambil foto-foto ini. Ada juga Krishna dan Eko yang ikut bergabung untuk mengabadikan pertunjukan ini.

Saya sangat terkesan dengan penampilan Debu pada malam itu. Ini adalah konser pertama mereka yang saya saksikan langsung. Sebelumnya saya hanya sebatas menonton di televisi saja. Kemampuan masing-masing personilnya sungguh patut diacungi jempol. Musik yang mereka bawakan betul-betul menghanyutkan saya ke dalam suatu suasana yang tenang dan damai. Sayang saya tidak terlalu mencermati lirik-liriknya karena harus membagi konsentrasi untuk memotret. Yang pasti lirik2 lagu mereka selalu bernuansa religius, baik itu nasihat, pujian kepada Allah maupun tentang cinta dari hamba kepada sang Khalik. Saya pikir lirik2nya banyak terinspirasi dari dunia sufi.

Sekitar kurang lebih 2 jam Debu menyajikan lagu-lagu mereka yang luar biasa. Jika ada kesempatan saya ingin menyaksikan kembali penampilan mereka.

Monday, December 7, 2009

Efek Rumah Kaca @ Green Fest 2009




Penampilan Efek Rumah Kaca pada acara ini terlambat sekitar kurang lebih setengah jam. Entah apa penyebabnya. Mungkin hujan lebat pada siang hari menyebabkan rangkaian acara tidak berjalan sebagaimana mestinya. Namun demikian para penggemar setia ERK sudah menunggu di depan panggung dengan sabar. Malam itu ERK membawakan kurang lebih 8 buah lagu. Saya kurang hapal set listnya, bahkan mereka sendiri tidak sempat menulis set list untuk acara ini karena mereka juga baru tiba dari Bandung untuk mengisi salah satu acara pensi di lapang Saparua.

Beberapa lagu yang saya ingat adalah lagu yang berjudul nama mereka sendiri, yaitu Efek Rumah Kaca. Lagu ini jarang dibawakan di gigs-gigs mereka selama ini, mungkin mereka membawakannya karena tema lagu yang diusung sesuai dengan tema acara Green Fest 2009. Selain itu ada juga Di Udara, Mosi Tidak Percaya dan beberapa lagu lain sebelum ditutup dengan lagu favorit istri saya, Desember.

Penonton tidak terlalu padat sehingga pergerakan saya di sekitar panggung cukup leluasa, mudah2an gak ada yang terblocking terlalu lama. Sedikit menyesal karena hanya membawa satu lensa sehingga tidak bisa mengeksplore wide angle, namun saya bisa lebih fokus untuk berlatih manual fokus. Maklum, lensanya di kamera saya gak bisa AF. Selamat menikmati foto-fotonya. Kriik dan saran selalu saya harapkan. See you on the next gigs.

Gear:
Nikon D40
Nikkor AF 50mm f/1.8 D
Editing dengan Capture NX 2 untuk post-process, ACDSee untuk resize and crop dan FotoFusion untuk kolase.

Saturday, December 5, 2009

Green Fest 2009 feat Benny and Mice




Akhirnya saya kembali hadir di Green Fest tahun ini, sebenarnya sedikit malas karena hari itu hujan, namun istri tetap mengajak karena ingin menonton Efek Rumah Kaca. Kami berangkat ba'da maghrib ketika hujan sudah mulai reda, dan tiba di lokasi pukul 7-an.. Sebelum menonton ERK saya sempatkan berkeliling di acara yang mengusung tema hemat energi dan pelestarian lingkungan ini. Berikut ini sedikit foto sebelum kami menonton ERK.. Banyak foto-foto kartun Beny dan Mice dengan gaya khas mereka, ya, karena saya adalah fans mereka dan lumayan rajin mengikuti tindak-tanduk mereka di Kompas minggu sehingga saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.. Stand-stand yang cukup lengang membuat saya cukup leluasa untuk mengambil gambar-gambar ini.

Friday, November 13, 2009

Tika and The Dissident dan Vina Panduwinata @ Djakarta Artmosphere 2009




Berikut ini foto-foto Tika and The Dissident yang berkolaborasi dengan Vina Panduwinata, masih di Djakarta Artmosphere 2009. Tika and The Dissident mula-mula membawakan tiga lagu dari album mereka yaitu The Headless Songstress, Red Red Carpet dan Polpot (thanks Yearry for the song list). Kemudian sebelum Vina Panduwinata memasuki panggung mereka membawakan salah satu lagu legendaris Vina yang berjudul Cinta, serta lagu Di Dadaku Ada Kamu yang dibawakan dengan aransemen unik Tika and The Dissident, lagu aslinya yang bernuansa riang ini dibawakan dalam warna yang kelam..

Kehadiran Vina Panduwinata di panggung Djakarta Artmosphere disambut dengan meriah oleh penonton yang kalau saya amati cukup banyak juga yang berusia seangkatan dengan para musisi senior yang hadir di acara ini. Vina tampil dengan sebuah lagu dari Tika yang berjudul Infidel Castratie dan diakhiri dengan lagu Surat Cinta. What a great collaboration.. Tika sendiri berujar bahwa dia seolah-olah masih belum sadar kalau dia bisa berduet dengan salah seorang penyanyi wanita yang sangat pantas untuk menjadi The Real Diva. Mungkin ini adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi Tika maupun Vina Panduwinata untuk bisa bekerjasama di atas panggung dan suatu kesempatan berharga bagi saya dan mungkn semua yang hadir di sana untuk bisa menonton langsung dan mengabadikan momen-momen diatas panggung.

Thursday, November 12, 2009

WSATCC & Oele Pattiselano & Fariz RM @ Djakarta Artmosphere 2009




Setelah penampilan SORE dan Ebiet G. Ade, acara dilanjutkan dengan penampilan salah satu band favorit Aa, White Shoes and The Couples Company yang berkolaborasi dengan Oele Pattiselano dan Fariz RM. Oele Pattiselano dikenal sebagai seorang musisi jazz senior yang piawai dalam memainkan gitar dan sudah malang melintang di dunia muik sejak tahun 60an. Sementara Fariz RM tentunya adalah salah satu ikon musik Indonesia di tahun 80-an. Kolaborasi Fariz RM dan White Shoes and The Couples Company pernah dilakukan pada saat konser tunggal Fariz RM tahun 2008 lalu yang sayang sekali harus saya lewatkan. Penampilan mereka malam itu menebus rasa penasaran saya akan kolaborasi mereka dan kehadiran Oele Pattiselano tidak hanya menjadi pelengkap, tapi juga memberikan warna tersendiri dalam kolaborasi tersebut. Lagu-lagu yang dimainkan diataranya adalah Windu Defrina, Aksi Kucing, Sabda Alam, Kapiten dan Gadis Desa, Selangkah Ke Seberang dan Barcelona.

Sangat sulit untuk memotret Fariz RM dari posisi saya, karena saya sibuk mencari celah untuk mendapatkan foto beliau saya malah lupa motret Oele Pattiselano, makanya fotonya beliau cuman satu.

* notes: Mohon maklum kalo ada beberapa foto dengan komposisi yang mirip,
tadinya pengen bikin kolase beberapa foto pake picassa tapi tonenya kok malah jadi oversaturated...