Saya sengaja datang sekitar pukul 4 sore menuju acara ini karena band2 yang saya suka tampil mulai jam tersebut. Siang hari sekitar pukul 1 saya menerima kabar dari Tomo, bassist Polyester Embassy bahwa ada perubahan rundown karena masalah perizinan. Saya cepet2 kros cek sama Aji Gergaji karena di run down yang saya dapet The Milo adalah band favorit saya yang paling awal manggung. Awalnya Aji juga belum tau info itu tapi setelah cek sama rekannya yang lain dia langsung kabari saya kalau rundown berubah dan ada penyesuaian jadwal. Saya bergegas berangkat dari rumah dengan itung2an nyampe sana pada waktu Ashar. Sempet nebeng solat dan titip parkir motor di kantornya Dado, saya lanjut ke TKP sambil pasang muka jaim untuk menghindari calo (and it's success.. :p).
Saya tiba pada saat Mocca bermain, entah sudah lagu keberapa. Saya tidak menyangka karena di rundown sebelumnya Mocca dijadwalkan tampil pukul 21.30. Di dalam GOR yang masih cukup lengang saya bertemu dengan Anggi Pure People, lumayan lah ada temen, sambil nunggu anak2 yang lain pada dateng. Usai Mocca yang menghangatkan suasana dalam GOR kemudian hadir The Milo, waktu itu teman2 sudah mulai berkumpul, ada Desonk dan temannya (namanya lupa, sorry ya..) serta Dapit yang jauh2 datang dari Jakarta. The Milo tampil apik seperti biasanya dengan setlist lagu2 dari selain album pertama. Seperti halnya Mocca, The Milo pun hanya membawakan sekitar kurang lebih 4-5 lagu saja karena durasi tampil yang singkat.
Di luar sana hujan turun dengan derasnya. Saya tidak lagi mendengar sayup2 suara band yang bermain di outdoor stage. Sepertinya acara diluar distop karena cuaca yang tidak mendukung. Beberapa penonton dari luar yang basah kuyup mulai memasuki GOR.
Acara di stage indoor dilanjutkan dengan penampilan Vincent Vega yang sudah ditunggu2 oleh para penggemarnya. Pasca Vincent Vega acara diteruskan dengan "band favorit" teman saya-sayasony dan furrada-, Break Adzan (Magrip). Saya masih mengira Polyester Embassy akan tampil setelah ini karena mereka sudah mulai bersiap2 untuk setting alat di panggung. Namun panitia yang diwakili oleh Edi Brokoli dan Gustaf naik ke atas panggung dan berbicara kepada seluruh penonton yang berada disana. Mereka memohon maaf yang sebesar-besarnya karena acara harus dihentikan karena hujan deras yang mengguyur kota Bandung sore tadi memaksa acara di panggung outdoor dihentikan dan ujungnya berimbas juga pada penghentian seluruh kegiatan termasuk acara di stage indoor karena menurut panitia dengan dihentikannya stage outdoor dikhawatirkan penonton akan terkonsentrasi ke stage indoor, satu2nya hiburan yang tersisa. Bangunan GOR Saparua yang sudah tua dan kecil tentunya tidak akan sanggup membendung massa dengan jumlah sekitar setengah penonton Persib vs Persija. Alasan yang cukup logis dan harus kita terima walaupun dengan berat hati karena keamanan dan keselamatan harus selalu diutamakan dan salah satu misi acara ini adalah menunjukkan bahwa acara musik yang digelar di Bandung bisa berjalan tertib tanpa kerusuhan. Menurut pengamatan panitia sejak pagi hingga ditutup paksanya acara ini, kegiatan berlangsung dengan aman dan terkendali. Usaha yang bagus dari semua pihak untuk menjaga ketertiban, keamanan dan keselamatan selama acara berlangsung.
Tentunya perasaan bete penasaran handeueul tapi mau gimana deui wayahna kieu ayana ya sudahlah ikhlaskan saja engke deui isuk pageto geus lebaran urang teruskeun deui bukan hanya dirasakan oleh saya seorang.. teman2 saya yang sudah nongkrong didepan panggung, yang lagi ngantri tiket, yang masih diangkot, yang udah siap2 mau manggung, yang nunggu giliran manggung, panitia semua juga pasti merasakan hal serupa. Kejadian ini harus diterima dengan lapang dada dan kita anggap saja PR yang belum selesai. Jangan patah semangat, masih ada waktu. Salut buat semua yang terlibat dalam acara. Panitia dan seluruh pengisi acara baik yang sudah tampil maupun yang tidak jadi. Semoga acara2 selanjutnya bisa lebih baik dari yang sekarang. Maju terus musik Bandung!
Untuk oleh2 saya upload-kan foto2 Mocca dan The Milo yang berhasil saya tangkap. Mohon maaf buat Vincent Vega yang tidak sempat saya foto karena batere kameranya abis dan saya lupa bawa cadangan. Sampai jumpa di gigs selanjutnya, selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan.
enak masih bisa nonton beberapa band. saya baru dateng langsung balik lagi .. mau yah foto-fotonya. buat bukti ke temen2 , saya dateng. *walaupun sebenernya ga nonton apa2.
ReplyDeletehuehehhee, untung gk jd dtg gw
ReplyDeletehttp://bandung.detik.com/read/2008/08/30/185406/997465/486/bandung-youth-park-fest-2008-dihentikan-polisi ini foto lo bukan Lex?huehehehheeh
ReplyDeletehuffffffff
ReplyDeletesudah saatnya PEMKOT membangun sebuah gedung pertunjukkan yang layak dan representatif untuk memfasilitasi energi di scene ini yang akan terus semakin besar..
weh.. apa ini, vocab baru ni buat sayah...
ReplyDeleteterjemahan dong...
:D
hiyaaa.. kita ga ketemuuuuuuuuuuuuuu... padahal tadi kamu juga ke toko yaa,,, gue basah kuyup keujanaaann..
ReplyDeletebandung youth parah fest
ReplyDeletekesel bangeettt..rugi dah
thanks atas support dan dukungannya...
ReplyDeletehal ini adalah 'force major', memang merugikan apabila kita hanya berpikir secara emosional (sesaat).
saya pribadi lebih memilih untuk support terhadap apa yang dilakukan oleh panita acara dengan memberhentikan acara.
bila tidak mengambil tindakan spt itu, mungkin anak muda bandung tidak akan pernah dapat menikmati pertunjukan2 musik di waktu yang akan datang.
piss ah...
btw, lex...
boleh saya copy ga foto2 nya? :)
Ti baheula andalan teh Saparua. Tos reyot kitu dari jaman Walanda. Kedahna mah Pemkot Bandung teh mengupgrade Saparua. Sukur we euweuh nanaon lah. Saatnya kita putsal, Lex
ReplyDeleteHmmmphh... Sumpah... IRI SEKALI DIRI KUUU...!!!
ReplyDeleteBela2in dari gathering kantor di kampung le'gok lembang langsung mluncur ke sparua.. tapi apadayaa... hujan menghambat... sampai disana Desonk dan Dapit sudah asyik didalam... hhffhhh... yasudahlaaaah..... "
mangga-mangga, dicopy saja..
ReplyDeletewah.. fitnah itu year... hihihi.. kebeneran gw lagi gak pake jaket garis2 kayak begitu kemaren..
ReplyDeletesetuju Kang.. sudah waktunya.. mari kita tagih sama yang kemaren dicoblosin dadanya.. :D
ReplyDeletehandeueul itu sama dengan hanjakal, arti dalam bahasa indonesianya menyesal, cuma penerapannya dalam kalimat sedikit berbeda, tergantung situasinya.. kalau dalam hal ini bahasa yang tepat handeueul, tapi kalo misalnya saya gak dateng ke acara dan saya nyesel saya bilangnya bakal "hanjakal euy..". begitulah kira2.. :D
ReplyDeleteiya.. tadinya mau mampir ke stand tapi keburu dipanggil ama temen ke GOR, jadi aja gak jadi.. kaos udah saya ambil.. nuhun udah disimpenin.. ;)
ReplyDeleteleres pisan...
ReplyDeleteboleh2.. kalo mau foto di ukuran aslinya mah nanti saya bawa sekalian pas pulang ke bandung..
soalna mau pake Sabuga bayarna mahill Hu.. iyah.. kalo gak membangun yang baru mbok ya yang lama direnovasi.. hayu ah, kita futsal besok..
ReplyDeleteHallo Alex. nuhun euy atas pengertiannya. Hampura pisan teu bisa neupika beres. Lain kali kita bikin konser yang lebih serulah...oh enya...foto2nya bisa dikasih tag "helarfest08"? biar bisa otomatis masuk ke arsip www.helarfest.com untuk dokumentasi. Di sana udah ada beberapa foto yang dibikin sama Aish dan Idhar..
ReplyDeleteHallo juga Kang Gustaff, mudah2an engke bisa bikin acara nu lebih seru dan yang penting bisa sampai beres... ok, sudah dikasih tag hellarfest08-na.. Nuhun pisan sudah menyelenggarakan acara yang hebat seperti ini, saya mah baru bisa jadi penonton aja..
ReplyDeleteAing mah paur rubuh we dihajar ku sound system berjuta-juta watt. Jaba dihajarna mah tos puluhan taun, ti jaman urang jadi panitia MPAKS. Eta ge hariwang. Hayu ah...mari kita majukan perfutsalan ALKA.
ReplyDeletewah, saya juga dari daerah utara nih.. untung aja meluncur duluan.. :D
ReplyDeletemaneh mah geus kolot, baca atuh eta ngaran acarana, bandung YOUTH fest, tau dirila sikit lek... :P
ReplyDeleteyang penting jiwa muda Sa, inget teu bapa2 nu nonton LA indiefest.. umurna sarua jeung babeh urang.. hehe...
ReplyDeleteindiefest pan teu ngilu ntn urg lek.. oh jadi gara2 hujan toh di cut na, sugan teh gara2 urusan perizinan deui...
ReplyDeleteyah.. alasan yang dikemukakan waktu pembubaran massa sih seperti itu Sa, tapi setelah baca2 info dari yang lain ternyata ada udang dibalik batunya juga..
ReplyDelete