Monday, March 22, 2010

Camera Obscura @ Bandung, 2010/03/10




Tujuan utama kedatangan saya ke Bandung Sabtu lalu adalah untuk menyaksikan penampilan band dari Scotland ini. Mereka menjadi band tamu pada acara puncak LA Indiefest Festivesound 2010 yang bertempat di Sasana Budaya Ganesha, Bandung.

Sebetulnya ingin juga menyaksikan band-band yang biasanya selalu ada dalam daftar tonton saya seperti SORE dan Mocca, juga The Trees and The Wild yang sampai hari ini belum berjodoh dengan saya (gelo lah, band yang lagi happening tapi gw belum pernah nonton sekali pun.. hehe..), akan tetapi semua itu terpaksa harus saya tinggalkan demi sebuah spot di depan panggung yang kalau saya angkat pantat dari sana dijamin ilang tempat sodara2..

Maka saya pun memasang jangkar disana dan menonton apa saja yang ada di depan panggung hingga tiba waktunya para personel Camera Obscura menaiki panggung. Seblum mereka tampil ada suguhanyang lumayan menarik, sebuah band dari Singapore yang bernama Electrico. Karena belum pernah mendengar lagu2 mereka sebelumnya maka saya yang datang bersama istri dan beberapa orang teman pun bertanya2 seperti apa musiknya. Teman saya bahkan dengan gagah mengatakan bahwa musiknya adalah elektronik seperti namanya.. Ketika lagu pertama dimulai "jreng jreng" ternyata ini adalah band alternative.. hahahaha.. Setelah itu tampil juga Icon LA Indiefest tahun lalu yang digandrungi oleh banyak remaja masa kini, yaitu The Banery dengan dasi kupu2 mereka yang khas (Album Electrico dan The Banery akan menyusul, kalo gak males ngeditnya :p)

Saya ngetem lumayan lama di depan stage itu, kurang lebih 2 jam lah, untung istri saya lebih memilih untuk duduk di belakang.. kalo engga bisa murang-maring dia (apa ya murang-maring itu kalo dibahasa indonesiakan.. ah biarin lah.. dia juga gak ngerti ini.. hihihi). Acara sempat diselingi oleh pemberian awards entah apalah soalnya banyak sekali dan saya gak ngeh juga :D..

Dengan diiringi musik dari DJ saya memperhatikan soundman Camera Obscura yang mulai beraksi menata peralatan. Agak lama kemudian Camera Obscura hadir menyapa seluruh penonton di Sabuga malam itu dan disambut dengan gemuruh sorak dan tepuk tangan semua yang memang sudah mnantikan kehadirannya.Mereka mengawalinya dengan lagu dari album terbaru mereka yang berjudul My Maudlin Career. Selanjutnya Tracyane Campbell dan kawan-kawan seolah menyihir saya untuk tidak melepaskan pandangan ke arah panggung sambil sesekali memotret mereka. Sesekali yang tanpa terasa sudah menghabiskan banyak shutter.. hoho. Aksi panggung mereka tidak terlalu agresif, ya tentu saja karena musik yang diusung juga bukan musik cadas. Pada jeda antar lagu Tracyanne juga mencoba berkomunikasi dengan penonton. Dengan logat British-nya ia mengatakan kalau mereka merasa senang bisa hadir di sini dan berterimakasih atas sambutan hangat dari penonton di Bandung.

Malam itu Camera Obscura hanya membawakan 9 lagu plus 2 encore seperti yang bisa dilihat pada foto terakhir. Padahal kalau mereka tampil dalam gigs tersendiri mungkin bisa membawakan lebih dari 16 lagu. Mungkin tahun depan perlu diundang secara khusus, mudah2an ada promotor yang tertarik.. hehehe..

Well, that's my great night with Camera Obscura. Untuk info lebih lengkap tentang band ini bisa tanya ke Mbah Wiki atau buka www.camera-obscura.net. Terimakasih kepada panitia yang sudah mengundang band ini dan menjual tiket dengan harga yang masih wajar, juga dengan sound dan lighting yang mantap. Thanks juga untuk Mamang Aries Poldan dan Istri yang sudah dititipin tiket dan mengantar jemput dari rumah ke tekape..

See You on the next gigs.

Gear:
Nikon D90 and Nikkor AF 35-70 f/2.8

Monday, March 1, 2010

Mencoba Lensa Baru




Akhirnya kirimannya dateng juga.. Terimakasih banyak buat Bram dan Wiji serta temennya Wiji yang udah gw repotin buat ngebeliin lensa ini dari Singapura.

Setelah hampir setahun browsing untuk mencari wangsit dan nabung (ini bagian yang paling lama.. :D) akhirnya saya memutuskan untuk membeli lensa ini, AF 35-70mm f/2.8 (non D). Keputusan untuk memilih non D juga berdasarkan hasil browsing bahwa "D stands for distance technology and some 3D matrix options when it's used with strobes". Jadi hasilnya tidak terlalu signifikan kecuali kalau kita ingin menggunakan feature2 tersebut.. perlu penyesuaian ceunah.. Selain itu ya memang lensa yang dijual adanya yang non D.. hehehe.. semua konsekuensi sudah dipertimbangkan seperti CF di kamera DX yang mengakibatkan focal length lensa ini (kalau dibandingkan dengan full frame) menjadi +/- 52-105mm, terus katanya di focal length 70mm f/2.8 hasil akan sedikit soft dan pada macro mode 35mm lensa ini harus manual focus, juga isu flare yang cukup rawan jika berhadapan langsung dengan sumber cahaya.

Sekarang saya masih beradaptasi dengan lensa ini.. masih menyesuaikan dengan push-pull zooming, beratnya yang cukup lumayan juga sepertinya mewajibkan saya latihan fisik supaya tangan menjadi lebih berotot dan kuat unuk menopang lensa ini.. heuheu..

Beberapa hasil di LCD kamera rada bikin ketar-ketir.. tapi begitu masuk CNX dan melakukan autolevel agak sedikit bisa bernafas lega.. :D.. isu agak soft di focal length 70mm sepertinya ada benarnya.. apalagi ditambah hand grip yang belum stabil.. T_T.. Apa perlu kalibrasi lensa ini juga ya. jangan2 emang lensanya yang bermasalah.. ah entahlah.. pokoknya kita coba dulu jepret-jepret dengan lensa ini..

Wednesday, February 17, 2010

Pics @ Rooftop Chase Plaza




Hunting bareng teman2 idNikon di Rooftop Chase Plaza tanggal 11 November 2009 yang lalu.. Mudah-mudahan belum basi.. hihihi.. Sayang sekali waktu itu saya ketinggalan sesi modelnya karena datang terlambat, kebetulan waktu itu berangkatnya dari Bandung. Terimakasih buat Om Dondee yang sudah memberi akses supaya bisa naik ke atap gedung ini, tidak lupa untuk seluruh teman-teman yang hadir waktu itu.. Secara umum saya masih belum puas dengan hasilnya, masih banyak yang harus dipelajari lagi.. Untuk itu masukan dan koreksinya sangat saya harapkan..

Monday, February 15, 2010

L'alphalpha @ AOD




Penampilan L'alphalpha di AOD, Panglima Polim Jakarta.. Walau sound-system disana minimalis tapi mereka berhasil mengoptimalkan semuanya.. penasaran dengan musiknya? be aware dengan jadwal mangung mereka, soalnya EP-nya belum dirilis.. hehe..

sorry cuma bawa satu lensa, jadi mentok dimana-mana..

Sunday, February 14, 2010

[id-NikonD40] Nongkrong Taman Menteng




Karena bingung tak adeu objek untuk difoto ya sudahlah kita foto saja aksi teman2 yang kemaren hadir di acara kumpul-kumpul milis id-NikonD40 yang bertempat di Taman Menteng, hari Minggu yang lalu. Sepertinya kemaren lebih banyak nyobain racun, haha-hihi dan difoto daripada moto2.. hehehe.. Kalo pake analog mungkin gak sampai satu rol film isi 36.. (cuma 31 kali jepret.. terus yang diupload cuma 13 aja..)..

Summary hunting kemaren: Mimpi indah bersama Tamron 17-50 f/2.8 VC.. heuheuheu.. nabung lagi nih biar bisa beli lensa ini.. :D.. Om Agus racunnya teope..

Selamat melihat-lihat foto-fotonya.. :D

Alat Moto:
-Nikon D90
-Nikkor AF 50mm f/1.8D
-Nikkor AF 70-210mm f/4-5.6 (push-pull zoom) --> lensa lama yang cukup ajib kalo menurut gw, kalo dipake untuk moto2 outdoor lumayan enak..
- ACDSee untuk pengaturan level, kontras/brightness dan resize..

40th Twins Music (2)




Album kedua ini berisi band-band yang sempat saya foto selama saya berada di sana. Band-band tersebut adlah:

1. The Upstairs
2. SORE
3. Rumah Sakit
4. The Flowers
5. Goodnight Electric
6. Whiteshoes and The Couples Company

Selamat ulang tahun untuk Om Andi dan Anda.. terimakasih atas acaranya, semoga sukses selalu. Selamat melihat-lihat foto-fotonya, jangan segan-segan kalau ada kritik dan saran.. :D..

Capture Tools:
- Nikon D90
- Nikkor AFS 55-200mm f/4-5.6 VR
- Capture NX, ACDSee dan Photofusion untuk post process.

Monday, February 8, 2010

40th Years Birthday Twins Music (1: Serba-serbi)




Hari Minggu, tanggal 8 Februari 2010 yang lalu telah diselenggarakan acara ulang tahun pemilik Twins Music, si kembar Anda-Andi yang bertempat di Bulungan Outdoor, Jakarta. Twins music adalah sebuah toko kaset dan CD di Blok M Mal yang mejual CD-kaset seken dan juga menjadi distributor CD-kaset indie label yang mungkin sulit diperoleh di toko-toko kaset biasa. Acara ini dimeriahkan oleh penampilan band-band ibukota yang hampir semuanya berbasis indie label. Acara sebetulnya dimulai sejak pukul 10 pagi, namun saya baru bisa datang ke sana pukul 7 malam karena siangnya ada acara keluarga.

Dari sekitar kurang lebih 23 band yang tampil mungkin saya hanya kebagian 6 band saja, itu pun tidak sampai selesai, maklum.. senen mesti ngantor. Band-band yang berhasil saya tonton adalah The Upstairs (cuma kebagian 2 lagu), SORE, Rumah Sakit, The Flowers, Goodnight Electric dan White Shoes and The Couples Company (foto band akan diupload terpisah, masih dalam proses editing.. :D).

Pada kesempatan ini saya mencoba Nikon D90 dan lensa 55-200 dalam kondisi low light. Namun karena cuma bawa lensa 55-200mm dan keterbatasan ruang gerak, alhasil hasilnya juga seperti ini, tidak bisa jalan-jalan berkeliling maupun mengeksplor wide angle (lagian gak punya lensa wide juga..). Untuk bagian pertama saya unggahkan saja penampilan dari MC acara tadi malam, Soleh Solihun dan rekan wanitanya yang bernama.. aduh lupa lagi siapa namanya.. Gini lah kalo udah punya istri teh, suka cepet lupa nama cewek.. :p...

(bersambung)