Thursday, January 15, 2009

Snapshot from launching Pintu Terlarang




Maksud hati datang ke Grand Indonesia dengan semangat untuk menonton penampilan SORE yang menjadi bintang tamu pada acara peluncuran film karya Sutradara Joko Anwar yang berjudul Pintu Telarang, namun apa daya ketika saya datang kesana peralatan band sedang dibereskan oleh kru-kru yang bertugas. Menurut jadwal SORE tampil jam 6 sore dan saya juga datang tepat waktu. Namun sepertinya panitia memajukan jadwal karena mungkin jam 6 sudah maghrib, bukan sore lagi.. heux..

Sambil bete dan menunggu maghrib tiba saya duduk-duduk sebentar dan melihat ada ternyata masih ada konferensi pers dengan narasumber sang pemeran utama film tersebut yaitu Marsha Timothy dan Fachry Albar (penulisan nama sesuai dengan poster film ;-)). Yah, daripada kamera nganggur mendingan motret2 saja lah sekedarnya.. lumayan motret Marsha Timothy yang cantik.. menurut saya sih lebih cantik aslinya daripada di layar kaca.. Bonus buat ibu-ibunya saya fotoin juga lah itu Mas Fachry..

*tukang foto tidak terikat kontrak apa-apa dengan infotainment manapun.. foto ini hanya untuk menghibur diri karena gagal nonton SORE.. heux..

Sunday, January 11, 2009

Kawah Putih Narcist Edition




Di akhir liburan tahun baru lalu kami berlima berjalan-jalan ke kawah putih, Ciwidey. Niatnya memang untuk mengambil foto2 disekitar sana. Saya, Arya, Fajar, Ersa dan Eko berkumpul di kampus sekitar pukul setengah 7 pagi. Sudah lama saya tidak berangkat pagi dari rumah di lembang. Bangun pagi-pagi disaat liburan, apalagi hari sabtu memang sangat berat. Apalagi malamnya saya tidur cukup larut. Saya harus membungkus kado, dan untuk laki-laki seperti saya, membungkus kado yang tampak sederhana seperti itu saja memakan waktu satu jam lebih.. lipat lagi, bongkar lagi.. begitu terus.. Akhirnya beres juga jam satu lebih. Saya bergegas tidur dan dibangunkan oleh Ibu jam 5 kurang seperempat. Mandi, solat subuh lalu menyalakan motor dan meluncur ke kampus.

Di kampus sudah menunggu Fajar dan Arya. Ersa masih di ruang KMKL dan Eko juga masih di parkir motor. Setelah semua berkumpul kami semua berangkat menggunakan mobil Arya. Perjalanan dari Dago menuju Ciwidey memakan waktu kurang lebih satu setengah jam. Arus lalulintas sedikit tersendat di pasar Kopo dan Pasar Ciwidey, sudah tradisi memang kalau didaerah itu selalu macet, untunglah kalau weekend tingkat kemacetannya tidak separah hari kerja. Sudah 5 tahun saya tidak bermain-main ke daerah Bandung Selatan dan hari ini adalah kesempatan bagus untuk bernostalgia. Ditemani lagu2 The Killers dari ipod Arya saya mengamati pemandangan sepanjang jalan tidak terlalu banyak berubah. Jalan Bandung-Ciwidey pun kondisinya masih cukup bagus.

Kami tiba di Area Kawah Putih pada pukul 9 pagi. Cuaca cukup cerah namun hawa terasa cukup dingin khas daerah pegunungan ditambah dengan bau belerang. Saya sudah cukup terbiasa dengan udara ini mengingat rumah saya tidak terlalu jauh dari Tangkuban Parahu. Layaknya wisatawan yang lain, kami pun berfoto2 disana. Baik foto-foto seperti ini maupun fokus pada objek pemandangan disekitar Kawah Putih (akan saya upload di album terpisah). Disana kami juga bertemu dengan teman2 lain yang juga berwisata kesana. Ada Enno da Niggah yang katanya sedang membuat foto pre wed untuk temannya.

Putar-putar disekitar kawah berlanjut hingga puas dan waktu menunjukkan pukul 1 siang. Matahari yang membakar kulit terbias oleh dinginnya hawa pegunungan. Kulit baru terasa perih ketika beristirahat. Setelah beristirahat sebentar kami bertolak ke Bandung. Eko membeli strawberry dan terong belanda untuk oleh-oleh dirumahnya. Yang lain minta sama Eko, hehehe, dasar ogah rugi. TIba kembali di Bandung jam 3 kurang, kami menuju nasi timbel istiqomah untuk melepas lapar. Menu yang nyunda dengan harga relatif murah sepertinya cocok untuk mengakhiri wisata kami sore itu. Kami sengaja tidak makan di lokasi karena menurut pengalaman biasanya harganya mahal dan rasanya kurang. Akhirnya kami semua kembali ke kampus jam 5 sore. beristirahat sebentar di KMKL, bertukar foto dan pulang ke rumah. It was a nice holiday friends..

Note:
Sebagian foto di album ini diambil dari kamera Ersa. Beberapa foto juga ada yang diambil oleh Eko.
Perlengkapan: Nikon D40 kit 18-55mm, Nikkor 55-200 VR, tripod, filter CPL dan IR.

Monday, January 5, 2009

Kumpul Alumni SMPN 12 Bandung




Acara kumpul-kumpul alumni SMP yang sudah lama dibahas akhirnya terlaksana juga tanggal 27 lalu. Sayang sekali yang dateng cuma sedikit. Topik utama pertemuan ini adalah pembuatan website alumni dan koordinasi antara pihak alumni dengan sekolah. Alhamdulillah pihak sekolah yang diwakili Bapak Ase Idaatmadja yang tenar dengan julukan Dewa Angin (punten Pak.. :p) menyambut baik ide tersebut. Pihak sekolah juga sepertinya ingin tahu kemana larinya para alumni SMP 12 setelah lulus. Selama ini yang terpantau paling cuma yang jadi artis. Mudah2an kumpul2 edisi berikutnya bisa lebih rame dari yang kemarin.

Monday, December 22, 2008

Practice: Testing Close Up Filter




Disaat teman2 IDNikon berfoto-foto ria bersama para model dalam rangka ulangtahun milis yang pertama saya harus pulang ke Bandung karena harus menghadiri resepsi pernikahan salah dua orang teman. Kebetulan sekali ada filter close up dapet minjem dari Ersa, jadi sebelum saya kembali ke Jakarta saya sempatkan untuk berkeliling disekitar rumah untuk mencoba filter tersebut. It's so fun dan cukup lumayan untuk meminimalisasi macro (main cropping) jadi2an.

Filterna mantab Sa.. Thx..

Gear:
- Nikon D40 kit (18-55mm)
- Close Up Filter Hoya +4/+2/+1 yang ditumpuk2 menjadi beberapa konfigurasi.

Monday, December 8, 2008

WBA @ Bandung 2009




Permainan Ketiga band pembuka malam itu terasa sangat mengalir. Jeda antar band tidak terlalu terasa dan lagu-lagu pun begitu cepat berlalu. Hingga akhirnya empat wajah bule-bule itu memasuki panggung dengan senyum sumringah. Humm.. Di penampilannya yang ketiga ini kejutan apa lagi yang akan dibawakan oleh Erlend dan kawan2..

Sejak awal penampilan Astrolab mestinya saya sudah sadar kalau posisi yang saya tempati sepertinya bermasalah. Entah mengapa hasil2 foto saya malam itu banyak yang merah, padahal kalau dilihat dengan mata biasa baik-baik saja.Setting kamera juga gak ada masalah. Saya baru sadar ketika berkeliling pada saat Hollywood Nobody tampil. Dari sisi lain sepertinya pencahayaannya oke2 aja. Masalah kedua adalah ketika kru WBA memasang Crumar-nya Dniel tepat dihadapan saya. Wew, nonton kotak nih.. rasanya kurang pas aja kalo salah satu personil band-nya ada yang gak keliatan. Untuk memotret Daniel saya harus jinjit dan mengangkat kamera. Betul2 gambling karena kamera saya tidak punya image preview di lcd-nya. Walaupun begitu saya tetap mencoba-coba untuk mengambil gambar. Hasilna mah kumaha engke lah..

Pada penampilan WBA kali ini rasanya saya lebih banyak menikmati lagu-lagunya. Mungkin karena saya tidak berkonsentrasi penuh untuk memoto jadi masih bisa nyanyi2, tepuk tangan dan bergoyang ketika lagu demi lagu mereka bawakan. Erlend dan kawan-kawan membuka dengan lagu Above You yang diselingi improvisasi ditengah lagu sambil memperkenalkan personil band. Diikuti satu dua lagu baru WBA kembali membawakan Fireworks dengan aransemen yang berbeda, baik dengan versi album maupun dengan versi yang mereka bawakan ketika manggung di Jakarta. Tidak lupa mereka juga membawakan Golden Cage dan Burning, singel andalan yang tentunya disambut meriah oleh tepuk tangan dan koor penonton. Meskipun penontonnya lebih sedikit dibanding acara di Jakarta, tetapi saya rasa suasananya lebih hangat dan hidup.. Erlend dan yang lainnya pun sepertinya lebih komunikatif dengan penonton.

Aksi Daniel yang biasanya baru menggila di saat-saat akhir kini malah terlihat di awal. Tak ingin kalah dengan Erlend dan Marcin yang beraksi dengan gitarnya Daniel mengangkat Crumar-nya dan ikut bergaya seolah2 memegang gitar. Saya salut karena walaupun melakukan aksi seperti ini permainan musik mereka masih bisa terjaga. Temponya gak kabur dan nada2 yang dihasilkan juga tetap cantik..

Aksi gila lainnya adalah ketika Erlend berjongkok dan mengajak penonton yang ada di depan panggung untuk merunduk. Entah apa yang dilakukannya saya tidak bisa melihatnya terlalu jelas. Bahkan Sebastian sang drummer juga sepertinya ikut penasaran dengan kelakuan Erlend ini. Acara sempat berhenti sebentar untuk sesi narsis para personil WBA. Mereka dengan cueknya berfoto bersama diatas panggung dan beberapa kali memotret penonton. Erlend juga sempat mengajak seorang gadis yang kebetulan berdiri disebelah kiri saya untuk ajojing bersama.

Pertunjukan terus dibawakan hingga akhirnya tiba pada lagu Don't Give Up. saya sadar kalau mereka sudah membawakan lagu ini biasanya pertunjukan mereka akan segera berakhir. Paling satu lagu lagi terus encore. Sedikit hal yang mengganggu saya adalah ketika membawakan lagu Show Me Love bass-nya Marcin mengalami masalah. Lagu yang mestinya masih berada di puncak flow-nya tiba2 dihentikan dan semua personil menuju kebelakang panggung. Daniel sendiri tampak bingung dengan kejadian ini. Penonton yang yakin bahwa ini hanyalah break untuk encore terus berteriak "We Want More!" hingga mereka semua kembali ke panggung.

Dan akhirnya lagu terakhir yang saya tidak hafal judulnya menutup perjumpaan saya dengan WBA. Tiga kali menonton mereka dalam satu minggu tidak membuat saya bosan karena selalu ada yang baru dalam penampilan mereka. Kalau besok mereka manggung lagi juga saya masih mau nonton.

Well, itulah catatan betapa puasnya saya setelah menonton band ini. Saya harap mereka akan datang lagi ke Indonesia untuk launching album barunya yang rencananya akan dirilis pada bulan Maret tahun 2009 nanti. Kalau mereka datang lagi mudah2an saya bisa nonton lagi dan semua teman penggemar WBA yang kemarin gak sempet nonton bisa menyempatkan diri buat melihat aksi mereka. Ammiiin..

*Ngeblog siang2 gara kompie buat kerja rusak dan semua data kerjaan ada disana semua.

WBA live in Bandung - Opening Act




Kabar buruk saya terima pada saat perjalanan menuju ke Bandung hari Sabtu siang lalu. Isi sms itu menginformasikan bahwa Jens Lekman yang direncanakan akan manggung pada malam harinya ternyata terancam batal karena siang itu beliau masih tertahan di salah satu bandara di China. Isi sms yang cukup membuat saya bete, apalagi sms itu membangunkan saya dari tidur nyenyak di travel dan ketika bangun ternyata si mobil masih terjebak macet pada posisi beberapa km sebelum gerbang tol padalarang. Katanya ada tabrakan truk sekitar 4 km setelah gerbang tol.

Sambil berkoordinasi dengan teman2 satu tujuan, ternyata ada kabar baik dibalik tertahannya si Jens. The Whitest Boy Alive yang rencananya akan disiapkan sebagai kejutan untuk acara ini ternyata bersedia tampil sebagai pengisi acara menggantikan Jens Lekman. Entah bagaimana proses nego antara pihak panitia dengan manajemen WBA, tetapi beritanya positif. Wow, gumam saya, seminggu tiga kali nonton Erlend, mimpi apa gw..?

TIba di Bandung pukul 2 siang, saya langsung menuju rumah Uwa yang menjadi batcave tempat saya menyimpan motor dan perlengkapannya. Hujan turun dengan deras pada pukul 3 tepat sebelum saya berangkat sehingga saya terpaksa harus menjadi seperti pelangi yang setia menunggu hujan reda.

Saya tiba di meeting point pada pukul setengah enam. Beberapa orang teman mendadak membatalkan acara karena mendadak sakit. Ternyata sakit juga bisa mendadak, bukan cuma dangdut. Ada juga teman yang membatalkan niatnya menonton karena Jens Lekmannya batal. Tapi ada juga teman yang masih bisa menyempatkan diri untuk hadir saat saya infokan bahwa yang manggung adalah band-nya Erlend Oye.

Saya tiba di venue, Auditorium RRI Bandung sekitar pukul 7. Disana saya langsung berkumpul bersama teman2. Sebagian yang tidak jadi menonton pun ada yang mampir kesana sekedar untuk melihat2 suasana. Di lokasi itu sekali lagi saya sempat ber-SKSD dengan Erlend Oye yang kebetulan lagi cengo di deket tangga. Awalnya dia tidak ingat siapa saya, ya iya lah.. siapa gue..? Tapi setelah saya bilang sama dia kalo saya yang waktu itu kirim foto2 acara di Jakarta ke emailnya dia baru inget dan mengeluh kalo internet di Bandung lelet mampus sehingga dia tidak bisa membuka emailnya.

Oke, basa basi saya akhiri dengan "i can't wait to see you on the stage.." :p saya kembali menunggu opening gate bersama teman2. Tak berselang lama pintu pun dibuka, dan para penonton segera masuk mencari tempat strategis untuk menonton. Pembuka acara malam itu adalah Astrolab yang tanpa banyak berbasa basi memainkan lagu2 mereka. Seusai Astrolab band yang mengisi acara adalah Hollywood Nobody. Walaupun vokalisnya sedang hamil namun kualitas vokalnya masih terjaga dengan baik dan tidak menemui kendala apapun dalam membawakan tembang2nya. Band terakhir yang tampil sebagai pembuka adalah Homogenic. Ada kabar baik dari band ini. Menurut Risa Saraswati sang vokalis, album ketiga Homogenic insya Alloh akan launching pada awal tahun depan. Humm.. tidak sabar menunggu album dan launchingnya.. Mudah2an saya bisa dateng ke launchingnya.

Berikut ini sedikit foto dari penampilan mereka.

Bersambung..

Friday, December 5, 2008

Superbad Scandal! - WBA




Kehadiran Erlend Oye dan kawan-kawan WBA di Jaya Pub malam itu membuat saya dan teman2 kaget karena menurut gosip yang beredar mereka sudah berlibur ke Bandung atau ke Yogya seiring keberangkatan Steve Aoki ke Bandung. Mulanya Erlend muncul berdua bersama Marcin. Kami mulai ribut. Waktu itu yang tampil masih DJ Zeke. Sambil memotret Zeke saya dan teman2 mendekati Erlend dan setelah sedikit berdiskusi akhirnya saya beranikan diri untuk Sok kenal sok dekat ama doi. Sedikit membahas tentang penampilan semalam, saya bilang padanya kalo penampilan mereka luar biasa. Lalu saya menanyakan dua teman yang lan, Daniel dan Sebastian. "Oh, mereka pasti akan kemari." ujar Erlend. Tentu saja dalam bahasa inggris, bukan bahasa jawa. Dari bincang-bincang singkat itu saya beranikan diri untuk mengajaknya foto bersama. Sayang fotonya gak ada di kamera saya jadi gak bisa ditunjukin, dan gak penting juga kali ya..

Ada satu kejutan besar di akhir acara ini, yaitu ketika RNRM baru memainkan sekitar 3-4 lagu, mereka mengatakan lagu tersebut adalah lagu terakhir mereka karena setelah mereka akan tampil band dari luar yang namanya sudah tidak asing lagi. Ya siapa lagi kalau bukan The Whitest Boy Alive. Setelah RNRM mengakhiri set listnya dengan lagu Translove, satu demi satu personil WBA maju ke panggung. Mereka meminjam alat2 White Shoes and The Couples Company karena memang (mungkin) mereka tidak berniat bermain disana. Entah angin apa yang membuat mereka mau menyumbangkan beberapa lagu, walaupun tidak sebanyak set list mereka waktu di Bengkel.

Suatu kesenangan tersendiri bagi mereka yang hadir pada malam itu dan melewatkan penampilan WBA di Bengkel Night. Euforia berganda bagi orang seperti saya yang nonton mereka dua kali. Asa diulangtaunkeun lamun ceuk kolot baheula mah (carilah penerjemah bahasa sunda terdekat di kota anda untuk menyakan arti kalimat barusan).

Lagu pertama adalah Burning yang disambut meriah oleh penonton, disusul oleh Golden Cage. Lagu berikutnya saya kurang hafal karena lagu baru mereka dari album keduanya yang menurut Erlend akan dirilis pada bulan Maret tahun 2009. Kita tunggu saja, mudah2an tidak berselang setelah itu album KoC-nya juga rampung. Acara akhirnya selesai dan semua pulang dengan hati puas.. dan sebagian lain pusing memikirkan bagaimana cara pulang ke rumah karena sudah lewat jam 12 malam, rumahnya jauh dan tidak bawa kendaraan.

Terimakasih sekali lagi WBA. It brings me so much memory... To keep the memory i would like to post these pictures.. They're so close..